Beranda NEWS MOMENT Coklit Pilkada Trenggalek 2020, Bawaslu Temukan Data Tidak Sinkronan di 2 Kecamatan

Coklit Pilkada Trenggalek 2020, Bawaslu Temukan Data Tidak Sinkronan di 2 Kecamatan

432

TRENGGALEK, bioztv.id –  Awasi proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilkada Trenggalek tahun 2020, Bawaslu masih temukan ketidak sinkronan data di dua kecamatan. Temuan tersebut salah satunya  berupa penempelan stiker dirumah rumah warga yang tidak ada tanda tangan dari pemilik rumah.

Menurut keterangan Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek, pada stiker tanda bukti pelaksanaan coklit yang ditempel di rumah rumah warga tersbeut memiliki dua kolom tanda tangan. Yakni tanda tangan kepala keluarga atau penghuni rumah, serta tanda tangan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Namun masih ditemukan adanya stiker yang tanda tangannya tidak lengkap. Terkait temuannya ini, Bawaslu Kabupaten Trenggalek juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk mencari tahu apakah stikernya sekedar di tempel tanpa sepengatahuan pemilik rumah atau memang sekedar di tempel dan di catat saja.

Lebih lanjut Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek Ahmad Rokhani menyampaikan, Stiker coklit yang tidak ada tanda tangan dari pemilik rumah tersebut diduga  terjadi karena petugas lalai meminta tanda tangan pemilik rumah saat melakukan coklit. Kemudian langsung menempel stiker penanda yang belum ditanda tangani itu.

Rokhani juga menambahkan, sekitar 70 persen dari total desa yang ada di Kabupaten Trenggalek,  pelaksanaan Coklitnya diawasi oleh Bawaslu secara sampling. Desa-desa yang diawasi merupakan hasil pemetaan titik-titik yang dianggap rawan. Seperti desa yang lokasi geografisnya susah dijangkau. Sementara itu untuk proses Coklit sendiri sudah dimulai sejak 15 Juli lalu dan akan berlangsung hinggga 13 Agustus mendatang. Sedangkan jumlah PPDP yang melakukan Coklit di kabupaten ini ada 1.550 petugas.