TRENGGALEK, bioztv.id – Pasca lakukan perombakan pada puluhan posisi jabatan strategis di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Bupati Trenggalek tekankan mulai tahun 2020 ini tidak ada lagi pekerjaan proyek pembangunan yang molor hingga akhir tahun. Sanksi tegas juga kan diberlakukan bagi pejabat yang membandel.
Setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja sejumlah OPD, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin akhirnya lakukan perombakan terhadap 77 posisi jabatan strategis. Beberapa diantaranya yang mengalami perombakan cukup banyak adalah yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan, pekerjaan umum dan proses lelang pengadaan barang dan jasa.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan, perombakan pada sejumlah posisi jabatan strategis ini dilakukan dengan harapan agar mulai tahun 2020 ini tidak ada lagi proyek yang molor hingga akhir tahun. Proses lelang ditargetkan dilakukan sejak awal tahuan, sehingga pada akhir tahun bisa dilakukan untuk kegiatan evaluasi terhadap kegiatan pembangunan insfrastruktur yang sudah dilakukan.
Sebelumnya diketahui bahwa, Bupati rombak 77 posisi jabatan strategis dilingkup pemkab Trenggalek, posisi jabatan tersebut terdiri dari 3 jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP), 34 pejabat administrator, dan 40 pejabat pengawas di Kabupaten Trenggalek. Puluhan pejabat dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada pada 7 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB kemarin.
Views: 0
















