Lestarikan Seni Traditional Musim Kemarau, Warga Trenggalek Gelar Adu Cambuk Tiban

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Lestarikan seni dan budaya saat musim kemarau tiba, Warga Kelurahan Sumbergedong Kabupaten Trenggalek gelar tradisi tiban. Meski pada zaman dahulu tradisi ini merupakan salah satu perwujudan doa untuk meminta hujan. Namun saat ini digelar untuk hiburan dalam rangka memeriahkan pringatan hari jadi Kabupaten Trenggalek ke 824.

Pagelaran seni tradisional tiban yang gelar warga kelurahan sumbergedong ini dilakukan dilapangan kelurahan setempat sehari sebelum peringatan puncak hari jadi kabupaten Trenggalek digelar. Permainan tradisional tiban ini dilakukan dengan cara adu ketangkasan saling cambuk satu lawan satu secara bergantian antara dua kubu yang saling berhadapan, dengan diiringi alunan musik tradisional gamelan.

Salah satu peserta tiban, Sasmito menerangkan, meski saat kena cambuk bisa menimbulkan luka dan rasa sakit, namun karena dirinya melakukannya atas dasar hobi, dirinya tidak kapok dan justru mesara senang bisa ikut permainan tiban tersebut.

Sementara itu Panitia pagelaran seni tiban, Sutarjo juga menerangkan, bahwa tiban kali ini diikuti oleh seluruh paguyuban tiban yang ada di Trenggalek, Dengan tujuan untuk melestarikan seni dan budaya, serta memeriahkan peringatan hari jadi kabupaten Trenggalek.

Perlu diketahui bahwa, tiban sendiri berasal dari kata tibone udan  yang berarti turunnya hujan, sehingga tradisi tiban pada zaman dahulu merupakan salah satu ritual untuk meminta turunnya hujan. Namun seiring perkembangan zaman tradisi tiban ini menjadi tradisi olehraga tradisional yang digemari oleh pecintanya.

Views: 4