Krisis Air Trenggalek Merata di 14 Kecamatan, tetapi Tidak Semua Rumah Terdampak

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kemarau panjang memperluas dampak kekeringan di Kabupaten Trenggalek hingga menjangkau 14 kecamatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek per 22 Oktober 2026 mencatat sebanyak 41.923 jiwa atau 14.195 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih. Mereka tersebar di 66 desa.

Meski kekeringan menjangkau seluruh kecamatan di Trenggalek, tidak semua permukiman mengalami kondisi serupa. Dampak kekeringan hanya terjadi di titik-titik tertentu dalam wilayah desa maupun kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menegaskan bahwa data tersebut tidak menunjukkan seluruh wilayah desa atau kecamatan mengalami kekeringan secara menyeluruh.

“Tidak keseluruhan terdampak kekeringan. Jadi yang saya sampaikan ini di 14 kecamatan, rata-rata ada RT/RW tertentu yang terdampak kekeringan,” tegas Triadi.

Panggul Terima Pasokan Air Bersih Terbesar

Untuk mengatasi krisis di wilayah terdampak, BPBD Trenggalek terus menyalurkan air bersih ke permukiman warga. Hingga 22 Oktober 2026, BPBD telah mendistribusikan 3.923.000 liter air bersih melalui 828 rit pengiriman ke 62 desa.

Kecamatan Panggul menerima pasokan air bersih terbesar. Wilayah ini memperoleh 1.932.000 liter melalui 399 rit pengiriman. Jumlah tersebut mencapai hampir separuh dari total bantuan air bersih yang BPBD salurkan ke seluruh Kabupaten Trenggalek.

Berikut rincian distribusi air bersih ke sejumlah kecamatan lainnya:

  • Dongko: 468.000 liter
  • Watulimo: 324.000 liter
  • Tugu: 222.000 liter
  • Bendungan: 220.000 liter
  • Pogalan: 211.000 liter
  • Trenggalek: 206.000 liter
  • Wilayah lainnya: Kampak, Gandusari, Suruh, Karangan, Pule, Munjungan, dan Durenan.

BPBD Perkuat Sarana Penampungan Air Bersih

Dari 66 desa yang mengalami dampak kekeringan, BPBD telah menjangkau 62 desa melalui distribusi air bersih. Sementara itu, BPBD terus memantau ketersediaan sumber air alternatif di empat desa lainnya.

Selain menyalurkan air bersih, BPBD juga mendistribusikan sarana penampungan dan penyimpanan air. Bantuan tersebut meliputi 142 unit tandon, 400 jeriken, dan 151 lembar terpal untuk mendukung kebutuhan penampungan air warga.

Triadi menjelaskan bahwa BPBD bekerja sama dengan PDAM, Polres Trenggalek, dan relawan komunitas untuk memperlancar penyaluran bantuan.

“Kebutuhan pokok, yang jelas kebutuhan pokok, untuk masak, untuk air minum, dan seterusnya,” ujar Triadi saat menegaskan prioritas pemanfaatan air bantuan.

BPBD Trenggalek terus memetakan wilayah terdampak hingga tingkat RT/RW. Langkah ini bertujuan memastikan petugas menyalurkan air bersih secara tepat sasaran, terutama kepada warga yang paling membutuhkan.(CIA)

Views: 5