Dispora Trenggalek Anggarkan Rp120,9 Juta untuk Dua Meja Biliar, Target PAD Belum Final

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek mengalokasikan anggaran Rp120,92 juta untuk membeli dua meja biliar lengkap melalui APBD Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026. Pengadaan ini menyasar dua kepentingan, yakni memperkuat pembinaan atlet biliar lokal dan membuka peluang penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, meski Dispora memproyeksikan fasilitas tersebut dapat menghasilkan pendapatan daerah, pemerintah belum menetapkan target PAD dari pengelolaannya. Dispora masih menghitung potensi penerimaan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP mencatat paket pengadaan tersebut sebagai Belanja Modal Peralatan Olahraga Lainnya berupa meja biliar dengan nilai pagu Rp120.920.000.

Paket itu mencakup dua meja biliar berkualifikasi turnamen beserta perlengkapan pendukung. Perlengkapan tersebut meliputi kain Professional Worsted Cloth, set bola MIC Pro TV Ball, stik biliar presisi, dan lampu khusus penerangan meja.

Dispora Bidik PAD melalui Kerja Sama Pihak Ketiga

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, membenarkan bahwa pengadaan meja biliar menjadi langkah baru untuk mengembangkan cabang olahraga tersebut sekaligus membuka sumber pendapatan daerah.

“Memang benar bahwa di tahun 2026 ini kita mengadakan sedikit terobosan, nggih. Salah satunya itu kita ada pengadaan meja biliar yang tujuannya selain pertama itu pembinaan atlet biliar yang selama ini mungkin tidak banyak terdengar. Yang kedua, pengadaan itu juga ada nilai untuk pemasangan PAD di Kabupaten Trenggalek,” papar Arief saat dikonfirmasi.

Dispora merencanakan pengelolaan fasilitas tersebut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak ketiga. Melalui skema ini, pengelola nantinya dapat menyewakan meja biliar kepada masyarakat dengan tarif yang mengacu pada peraturan daerah (Perda) yang berlaku.

Meski demikian, Dispora belum merampungkan perhitungan tarif sewa per jam, target penerimaan, maupun mekanisme pembagian pendapatan (revenue sharing). Arief menyebut pihaknya masih mematangkan sejumlah komponen tersebut bersama OPD teknis terkait.

Dengan demikian, nilai pengadaan Rp120,92 juta belum dapat menjadi dasar untuk memastikan besaran PAD yang akan masuk ke kas daerah. Pemerintah perlu menghitung potensi penggunaan fasilitas, biaya operasional, serta skema kerja sama sebelum menetapkan target penerimaan.

Dispora Prioritaskan Akses Latihan Gratis bagi Atlet Lokal

Di tengah rencana penyewaan fasilitas kepada masyarakat, Dispora tetap memprioritaskan kebutuhan latihan atlet biliar Trenggalek. Pemerintah akan mengatur alokasi waktu latihan dalam perjanjian kerja sama dengan pihak pengelola.

“Jadi nanti kita juga sudah punya rencana, taruhlah dalam satu minggu itu hari Jumat, Sabtu, Minggu atau Sabtu Minggu itu khusus untuk pembinaan atlet-atlet,” terang Arief.

Rencana tersebut memungkinkan atlet memperoleh waktu latihan khusus tanpa harus bersaing dengan pengguna umum. Namun, kepastian jadwal dan ketentuan akses gratis bagi atlet perlu dituangkan secara jelas dalam perjanjian agar kepentingan pembinaan tidak berbenturan dengan kegiatan komersial.

Pengaturan jadwal juga menjadi penting untuk menjaga kesinambungan latihan atlet saat mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan resmi.

Wall Climbing dan Skate Park Juga Mendapat Perhatian

Pengembangan sarana olahraga Trenggalek pada 2026 tidak hanya menyasar cabang biliar. Dispora juga mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan fasilitas wall climbing atau panjat tebing serta arena skate park.

Arief menyebut kedua fasilitas tersebut mendukung pengembangan potensi atlet muda Trenggalek yang telah mengikuti kompetisi hingga tingkat Jawa Timur dan luar pulau.

“Salah satunya ada pengadaan meja biliar ini, ada juga peningkatan infrastruktur di wall climbing, karena banyak juga atlet-atlet panjat tebing kita yang punya potensi. Kemudian ada di skate park, nggih,” jelas Arief.

Selain meningkatkan sarana olahraga, Dispora menyiapkan dana penghargaan sebesar Rp93.500.000 bagi atlet pelajar yang meraih medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

Pemerintah daerah juga berkomitmen meningkatkan standar insentif hingga dua kali lipat untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.(CIA)

Views: 4