TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek menghadapi tantangan pemenuhan tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar. Saat ini, Trenggalek masih kekurangan sekitar 480 guru SD.
Di tengah keterbatasan tersebut, Dinas Pendidikan juga mematangkan konsep kebijakan lima hari sekolah. Pemerintah daerah turut melanjutkan pelatihan penggunaan Smart TV untuk mendukung pembelajaran digital di kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, mengatakan pemenuhan kebutuhan guru SD masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap melalui jalur Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Untuk guru SD kita masih kurang lebih kekurangan sekitar 480-an,” jelas Agus.
Pemenuhan Guru Menunggu Formasi ASN
Agus menjelaskan, pemerintah daerah tidak lagi bisa mengangkat tenaga honorer baru. Karena itu, Pemkab Trenggalek mengandalkan usulan formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
“Masuk honorer, belum. Karena terkait dengan honorer kita sudah tidak boleh mengangkat lagi,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Dinas Pendidikan perlu memetakan distribusi guru secara cermat. Langkah ini penting agar ketersediaan tenaga pendidik lebih merata dan tidak menumpuk di wilayah perkotaan.
Konsep 5 Hari Sekolah Ditargetkan Rampung Oktober
Selain menangani kekurangan guru, Dinas Pendidikan menargetkan finalisasi konsep kebijakan lima hari sekolah pada Oktober 2026.
Agus menegaskan, pihaknya baru akan menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada sekolah, komite, dan orang tua murid setelah merampungkan konsep serta regulasinya.
“Kalau konsep sudah kita finalkan, baru kita langkah-langkah sosialisasi,” tuturnya.
Dinas Pendidikan masih mempertimbangkan waktu penerapan kebijakan tersebut. Penerapannya berpeluang dimulai pada Semester Genap atau awal tahun ajaran baru, bergantung pada kesiapan regulasi dan tahapan pelaksanaannya.
Pelatihan Pembelajaran Smart TV
Untuk mendukung pembelajaran di tengah keterbatasan tenaga pendidik, Pemkab Trenggalek juga mendorong pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas.
Menurut Agus, seluruh satuan pendidikan di Trenggalek telah menerima bantuan perangkat Smart TV. Dinas Pendidikan kemudian menggelar bimbingan teknis (bimtek) agar guru dapat memanfaatkan perangkat tersebut dalam kegiatan belajar mengajar.
Dinas Pendidikan juga menerapkan metode pengimbasan. Guru yang telah mengikuti bimtek bertugas membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada rekan guru lain.
“Guru-guru yang sudah mengikuti bimtek kita tugaskan untuk melakukan pengimbasan kepada guru yang lain,” terang Agus.(CIA)
Views: 8

















