TRENGGALEK, bioztv.id – Tiga hari setelah warga menemukan seorang bayi laki-laki di teras rumah kosong di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Satreskrim Polres Trenggalek terus mengintensifkan penyelidikan. Hingga Rabu (29/7/2026), polisi masih memburu pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.
Penyidik memperluas penyelidikan dengan menelusuri rekaman CCTV di sejumlah jalur menuju lokasi kejadian serta mencocokkan data perempuan yang baru melahirkan di berbagai fasilitas kesehatan. Polisi berharap langkah tersebut dapat mengungkap identitas pelaku sekaligus memperkuat alat bukti.
Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Didik Riyanto, mengatakan penyidik langsung bergerak setelah menerima laporan penemuan bayi. Selain mengolah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.
“Selain mendatangi TKP, kami langsung memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi. Kami sudah meminta keterangan dari empat hingga lima saksi, terutama warga yang pertama kali menemukan bayi tersebut,” ujar AKP Didik Riyanto.
Polisi Telusuri Rekaman CCTV
Minimnya petunjuk di lokasi membuat penyidik mengoptimalkan penyelidikan berbasis rekaman kamera pengawas. Polisi kini menelusuri rekaman CCTV yang terpasang di sepanjang jalur menuju lokasi penemuan bayi.
Penyidik berharap rekaman tersebut dapat menunjukkan aktivitas mencurigakan sebelum warga menemukan bayi pada Minggu (26/7/2026) dini hari.
Meski telah memeriksa sejumlah titik kamera, polisi belum menemukan petunjuk yang secara langsung mengarah kepada pelaku.
“Petunjuk awal memang masih minim. Namun kami terus mengembangkan penyelidikan di lapangan. Anggota kami fokus melacak dan memeriksa seluruh rekaman CCTV di jalur menuju TKP,” jelas Didik.
Polisi Telusuri Data Ibu yang Baru Melahirkan
Selain memeriksa rekaman CCTV, penyidik juga mendatangi praktik bidan mandiri, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya. Polisi mencocokkan data perempuan yang baru menjalani persalinan dalam beberapa hari terakhir.
Didik menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian penting dari proses penyelidikan untuk mempersempit pencarian pelaku.
“Kami memaksimalkan seluruh teknik penyelidikan. Tim kami turun langsung melakukan pemeriksaan di tempat-tempat praktik medis untuk melacak ibu yang baru melahirkan dan mencocokkan data yang kami peroleh,” katanya.
Kondisi Bayi Stabil, Polisi Harapkan Informasi Warga
Di tengah proses penyelidikan, kondisi bayi laki-laki tersebut terus menunjukkan perkembangan yang baik. Tim medis RSUD dr. Soedomo Trenggalek masih merawat bayi tersebut sambil menjalankan observasi sebelum menyerahkannya kepada instansi sosial sesuai prosedur.
“Alhamdulillah, kondisi kesehatan bayi sampai hari ini sangat baik. Tim medis RSUD masih memberikan perawatan secara intensif,” tutur Didik.
Sebelumnya, seorang petani bernama Yatini menemukan bayi laki-laki itu di teras rumah kosong di RT 09 RW 05 Desa Banaran pada Minggu dini hari. Saat membuka bungkusan kain jarik di dalam sebuah tas, Yatini mendapati bayi tersebut masih memiliki tali pusar yang belum dipotong.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Satreskrim Polres Trenggalek mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut.
“Kami sangat mengharapkan peran aktif masyarakat. Jika ada informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan kasus ini, silakan sampaikan kepada kami. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,” ujar Didik.
Ia menegaskan penyidik akan memverifikasi setiap informasi yang masuk untuk memperkuat proses penyidikan.
“Mudah-mudahan bantuan dari masyarakat dapat membantu kami segera mengungkap pelaku pembuangan bayi ini,” pungkasnya.(CIA)
Views: 13
















