Bayi Terlantar yang Ditemukan di Tugu Trenggalek Akan Diserahkan ke PPSAB Sidoarjo Besok Jumat

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPenanganan bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di teras rumah kosong Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, memasuki tahap lanjutan. Setelah tim medis memastikan kondisi kesehatannya stabil, Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera menyerahkan bayi tersebut ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo pada Jumat mendatang. Sementara itu, penyidik Polsek Tugu terus memburu pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Trenggalek, Indra Prasetyo Budiatnanto, mengatakan jajarannya langsung bergerak setelah menerima laporan dari Polres Trenggalek pada Minggu (26/7/2026) pagi.

“Sekitar pukul 06.30 WIB kami menerima informasi dari Polres Trenggalek terkait penemuan bayi laki-laki di Desa Banaran. Saat itu juga kami langsung menuju Puskesmas Tugu untuk berkoordinasi,” ujar Indra, Selasa (28/7/2026).

UPT PPA Penuhi Kebutuhan Bayi Sejak Hari Pertama

UPT PPA Trenggalek langsung memenuhi kebutuhan dasar bayi setelah memastikan kondisi kesehatannya. Petugas kemudian berkoordinasi dengan RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk melanjutkan penanganan medis.

Indra menjelaskan, jajarannya menyediakan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari pakaian, susu formula, hingga pendampingan agar kondisi bayi tetap terjaga.

“UPT PPA langsung menyediakan pakaian, susu formula, dan berbagai kebutuhan balita lainnya. Setelah itu kami berkoordinasi dengan RSUD dr. Soedomo untuk penanganan medis,” jelasnya.

Indra menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada perawatan medis, tetapi juga menyiapkan pengasuhan jangka panjang bagi bayi tersebut.

Karena statusnya sebagai anak terlantar, UPT PPA akan melimpahkan pengasuhan kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT PPSAB Sidoarjo.

“Karena statusnya masuk kategori balita terlantar, kami akan melimpahkan pengasuhan selanjutnya ke UPT PPSAB Sidoarjo di bawah Dinsos Jatim agar bayi mendapatkan perlindungan dan pengasuhan secara optimal,” katanya.

UPT PPA juga telah menyelesaikan koordinasi dengan PPSAB Sidoarjo. Sesuai hasil koordinasi, petugas akan memberangkatkan bayi tersebut pada Jumat setelah tim medis menyelesaikan masa observasi.

“Hasil koordinasi kami dengan UPT PPSAB Sidoarjo menetapkan jadwal penyerahan bayi pada hari Jumat nanti,” imbuh Indra.

Observasi Berlanjut Tiga Hari

Di lokasi terpisah, Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, memastikan kondisi bayi terus menunjukkan perkembangan yang baik.

Saat petugas membawa bayi ke RSUD dari Puskesmas Tugu pada Minggu pagi, kondisi fisiknya memang masih kotor. Namun, tim dokter langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan kondisi vital bayi dalam keadaan stabil.

“Saat tiba di RSUD, kondisi fisik bayi memang masih kotor. Namun setelah tim dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh, kondisi kesehatannya sangat baik dan stabil,” terang Sujiono.

Tim medis mencatat berat badan bayi mencapai 3 kilogram dengan panjang tubuh 48 sentimeter. Saat ini bayi menjalani perawatan dan observasi di Ruang Matahari, ruang perawatan perinatal RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

“Bayi masih menjalani observasi ketat di ruang perinatal. Alhamdulillah kondisinya sehat dan stabil,” ujarnya.

Meski kondisi bayi terlihat baik, tim medis tetap melanjutkan observasi selama tiga hari untuk mengantisipasi kemungkinan infeksi karena bayi diduga lahir tanpa penanganan medis yang memadai.

“Kami membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk observasi lanjutan. Kami mengantisipasi risiko infeksi akibat proses persalinan yang diduga berlangsung dalam kondisi kurang higienis,” tegas Sujiono.

Setelah dokter menyatakan bayi dalam kondisi aman, RSUD akan menyerahkan dokumen medis kepada Dinas Sosial dan UPT PPA sebagai dasar pemberangkatan bayi ke PPSAB Sidoarjo.

“Setelah masa observasi selesai dan dokter menyatakan bayi sehat, kami langsung berkoordinasi dengan Dinsos PPPA untuk proses penyerahan selanjutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang petani bernama Yatini menemukan bayi laki-laki tersebut di teras rumah kosong di Desa Banaran pada Minggu dini hari. Saat itu, Yatini mendapati bayi masih bertali pusar dan terbungkus kain jarik di dalam sebuah tas. Hingga kini, penyidik Polsek Tugu masih memeriksa sejumlah saksi dan mengembangkan

Views: 5