TRENGGALEK, bioztv.id — Para petani dan pelaku UMKM mendominasi agenda Hari Fraksi ke-8 yang digelar DPC PKB Trenggalek. Mereka menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari akses jalan pertanian yang masih becek dan berlumpur hingga kesulitan memasarkan produk ke pasar yang lebih luas.
Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja membuka forum Hari Fraksi untuk menyerap berbagai persoalan masyarakat secara langsung. Dalam pertemuan tersebut, kelompok petani muda, petani hortikultura, pelaku UMKM, perajin jahit, hingga warga yang mengeluhkan infrastruktur memadati ruang pertemuan.
“Hari ini kami memasuki agenda Hari Fraksi yang ke-8. Kami menerima kedatangan teman-teman UMKM, penjahit, petani muda, petani hortikultura, dan juga warga yang mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan,” ujar Sukarodin.
Jalan Pertanian Becek, Petani Kesulitan Angkut Hasil Panen
Para petani paling banyak mengadukan kondisi jalan menuju lahan pertanian yang masih berupa tanah dan mudah berubah menjadi lumpur saat hujan turun. Ketika musim panen tiba, kondisi tersebut menyulitkan petani mengangkut hasil panen karena kendaraan sering terjebak di jalan yang licin.
Akibatnya, distribusi hasil panen berjalan lambat. Keterlambatan itu berpotensi menurunkan kualitas komoditas sekaligus mengurangi nilai jual produk pertanian.
“Para petani mengeluhkan jalan menuju area persawahan yang masih becek. Saat panen raya, mereka tidak bisa membawa hasil pertanian dengan cepat ke pasar karena jalannya licin, sehingga distribusi menjadi tidak lancar,” jelas Sukarodin.
Menurut Sukarodin, infrastruktur pertanian tidak hanya menentukan kenyamanan akses, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan pendapatan petani secara langsung.
Petani Hortikultura Minta Pendampingan Intensif
Selain masalah infrastruktur, petani hortikultura juga menyampaikan keluhan mengenai tingginya biaya produksi. Mereka menilai harga jual hasil panen belum mampu menutup biaya benih, pupuk, hingga perawatan tanaman yang terus meningkat.
Karena itu, mereka meminta dinas terkait meningkatkan pendampingan teknis melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar proses budidaya menjadi lebih efektif dan efisien.
“Mereka curhat bahwa modal bertani saat ini cukup mencekik, sementara hasil produksinya belum bisa maksimal. Karena itu, mereka meminta pembinaan dan pendampingan yang lebih intensif di lapangan,” ujar Sukarodin.
Menanggapi aspirasi tersebut, pengurus PKB langsung menginstruksikan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa di Komisi II DPRD Trenggalek untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan. PKB meminta dinas terkait mengaktifkan peran PPL agar lebih sering mendampingi petani di lapangan.
“Kami sudah memerintahkan Fraksi Kebangkitan Bangsa di Komisi II untuk berkomunikasi intensif dengan Dinas Pertanian. Kami meminta mereka memastikan PPL lebih aktif memberikan pembinaan langsung kepada petani,” tegasnya.
Produk Bagus, Pelaku UMKM Kesulitan Menembus Pasar
Para pelaku UMKM, khususnya usaha konveksi dan industri rumahan, juga menyampaikan persoalan serupa. Mereka mengaku mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi masih kesulitan menjual hasil produksinya.
Menurut mereka, banyak produk lokal Trenggalek memiliki kualitas yang mampu bersaing. Namun, para pelaku usaha belum menguasai strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Tadi perwakilan penjahit dan pelaku UMKM mengeluhkan hal yang sama. Mereka sangat mahir memproduksi barang berkualitas, tetapi saat menjual produknya mereka justru kesulitan,” ungkap Sukarodin.
Keluhan tersebut terus muncul dalam berbagai agenda Hari Fraksi sebelumnya. Masalah pemasaran masih menjadi hambatan utama yang dihadapi pelaku usaha kecil di Trenggalek.
PKB Siapkan Pelatihan Digital Marketing Gratis
Sebagai tindak lanjut, DPC PKB Trenggalek berencana menggelar pelatihan pemasaran gratis bagi pelaku UMKM. Melalui program tersebut, PKB akan menggandeng praktisi bisnis dan pakar digital marketing untuk membekali peserta dengan keterampilan pemasaran digital dan pengelolaan toko di marketplace.
Sukarodin menilai penguasaan teknologi pemasaran digital menjadi kebutuhan utama agar produk-produk lokal Trenggalek mampu bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital.
“Fraksi Kebangkitan Bangsa akan segera menggelar pelatihan khusus pemasaran produk UMKM. Kami akan bekerja sama dengan para praktisi yang berpengalaman di dunia digital, termasuk mengajarkan cara berjualan melalui marketplace dan media sosial,” jelasnya.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan penjualan UMKM, tetapi juga membuka akses pasar nasional bagi produk-produk lokal Trenggalek. PKB pun berkomitmen menjadikan seluruh aspirasi yang masuk melalui forum Hari Fraksi sebagai bahan perjuangan dalam penyusunan kebijakan daerah dan program kerja ke depan.(CIA)
Views: 14

















