Kisah Inspiratif Dibalik Purnawiyata MTsN 1 Trenggalek 2026, Siswi Asal Dongko Tembus Sekolah Favorit di Madiun

oleh
oleh
Ghense Chila Sasongko membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.
Ghense Chila Sasongko membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.

TRENGGALEK, bioztv.id Perjalanan pendidikan Ghense Chila Sasongko membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Siswi lulusan MTs Negeri 1 Trenggalek asal Kecamatan Dongko ini sukses menembus sekolah favorit impiannya setelah melewati berbagai perjuangan. Selama dua tahun, ia menjalani aktivitas sekolah sambil mondok sejak duduk di bangku kelas VII.

Dalam acara purnawiyata MTsN 1 Trenggalek, Rabu (13/5/2026), Chila membagikan kisah inspiratif selama tiga tahun menempuh pendidikan. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari memperluas pertemanan hingga mengembangkan bakat di bidang fashion show dan seni tari.

“Saya memiliki banyak teman dari berbagai pelosok Trenggalek. Di MTSN 1 ini, saya juga bebas mengembangkan bakat menari dan fashion show,” ujar Chila dengan bangga.

Chila Jalani Sekolah Sambil Mondok

Selain aktif di sekolah, Chila juga menjalani kehidupan sebagai santri di Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Baitul Qur’an Alfarisy (BQA), Kelurahan Tamanan, Trenggalek. Selama dua tahun, ia membagi waktu antara aktivitas pondok dan sekolah di MTsN 1 Trenggalek.

Ia mengakui rutinitas tersebut sering menguras energi. Namun, dukungan teman dan kakak kelas membuatnya mampu bertahan.

“Kadang saya merasa sangat capek hingga ingin menangis, tapi banyak momen serunya. Kalau kesulitan mengerjakan tugas sekolah, teman-teman dan kakak kelas di pondok selalu sigap membantu,” kenangnya.

Chila merasakan sistem pembelajaran di pondok turut mendukung prestasinya di sekolah, terutama dalam mata pelajaran agama seperti Bahasa Arab dan Fikih. Dukungan itu membuatnya lebih cepat memahami materi pelajaran di kelas.

Sukses Masuk Sekolah Favorit Impian

Saat memasuki kelas IX, Chila memutuskan keluar dari pondok agar lebih fokus menghadapi seleksi sekolah unggulan di Kota Madiun. Ia kemudian menjalani perjalanan pulang-pergi setiap hari dari Dongko menuju pusat kota Trenggalek.

Pengorbanan waktu dan tenaga tersebut akhirnya membuahkan hasil. Chila berhasil lolos masuk ke SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun yang sebelumnya dikenal sebagai SMAN 3 Kota Madiun.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan pengasuh pondok yang selama ini mendampinginya.

“Guru-gurunya sabar dan cara mengajarnya mudah dipahami, jadi saya lebih cepat mengerti pelajaran,” ungkapnya penuh haru.

MTsN 1 Trenggalek Wisuda 388 Siswa

Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi purnawiyata 388 siswa kelas IX MTs Negeri 1 Trenggalek tahun ajaran 2025/2026. Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Kepala MTs Negeri 1 Trenggalek, Jamaludin Malik, menjelaskan bahwa pihak sekolah melibatkan wali murid dan paguyuban dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami melibatkan wali murid dan paguyuban secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan purnawiyata tahun ini,” ujar Jamaludin Malik.

Ia menambahkan, keberhasilan siswa menembus sekolah unggulan menjadi kebanggaan besar bagi madrasah. Selain Chila, sejumlah siswa lain juga lolos ke sekolah favorit seperti SMAN Taruna Nusantara, MAN Insan Cendekia Pasuruan, hingga berbagai MA unggulan nasional.

Program Akselerasi dan Ekstrakurikuler Jadi Andalan

Selain kelas reguler, MTsN 1 Trenggalek juga membuka satu kelas akselerasi atau kelas percepatan belajar. Program ini mewadahi siswa dengan kemampuan akademik khusus agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu dua tahun.

“Ada satu kelas akselerasi dengan 13 siswa. Mereka tetap menempuh enam semester, tetapi menyelesaikannya dalam dua tahun karena memang masuk kategori peserta didik cerdas istimewa,” imbuhnya.

Tak hanya menonjol di bidang akademik, madrasah ini juga aktif mengembangkan bakat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Siswa dan guru binaan sekolah menampilkan seluruh pertunjukan seni dalam acara purnawiyata tersebut.

“Mulai karawitan, keroncong, hadroh, tari hingga musik semuanya ditampilkan oleh siswa sendiri. Bahkan keroncong menjadi salah satu ekskul unggulan yang jarang dimiliki sekolah lain,” pungkas Jamaludin.(CIA)

Views: 31