Temuan Jambangan Kuno Berinskripsi 1168 M di Trenggalek, Jejak Peradaban Hindu Klasik Mulai Terkuak

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Penemuan benda kuno kembali mengungkap jejak sejarah di Trenggalek. Sebuah jambangan air dari batu andesit dengan inskripsi tahun 1168 Masehi kini membuka peluang besar untuk menelusuri peradaban masa lalu di wilayah ini.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek bersama komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (PESAT) dan Lingkar Studi Sejarah Trenggalek melakukan pendataan dan identifikasi langsung terhadap benda yang diduga sebagai cagar budaya tersebut pada Rabu (08/04/2026).

Warga menemukan objek ini di area samping Kantor BPR Jwalita Trenggalek. Jambangan tersebut terbuat dari batu andesit dan menunjukkan karakteristik khas yang umum muncul di kompleks peribadatan Hindu masa klasik.

Pamong Budaya Disparbud Trenggalek, Heru Dwi Susanto, menegaskan bahwa temuan ini memiliki nilai historis kuat.

“Secara tipologi, jambangan batu seperti ini lazim ditemukan di kawasan peribadatan Hindu masa klasik. Ini mengindikasikan adanya aktivitas religius di masa lampau,” ujarnya.

Inskripsi 1070 Saka Perkuat Bukti Sejarah

Keberadaan inskripsi pada permukaan jambangan menjadi daya tarik utama temuan ini. Tulisan tersebut menunjukkan angka tahun 1070 Saka atau setara 1168 Masehi.

Penulis inskripsi menggunakan aksara Jawa Kuno dengan bentuk huruf timbul bergaya kuadrat, sehingga semakin menguatkan dugaan asal-usulnya dari periode klasik.

“Angka tahun ini sangat penting karena memberi petunjuk kuat untuk menentukan periodisasi sejarahnya,” jelas Heru.

Terhubung dengan Era Kerajaan Kadhiri

Jika peneliti mengaitkan temuan ini dengan data sejarah, tahun 1168 Masehi berada pada masa pemerintahan Sri Sarweswara dari Kerajaan Kadhiri.

Keterkaitan ini membuka peluang kajian lebih dalam mengenai hubungan wilayah Trenggalek dengan pusat peradaban Jawa Timur pada masa itu.

“Temuan ini bisa menjadi pintu masuk untuk menelusuri hubungan historis Trenggalek dengan dinamika kerajaan besar di masa lalu,” tambahnya.

Awali Upaya Pelestarian

Tim gabungan menjadikan proses identifikasi ini sebagai langkah awal pelestarian benda yang diduga sebagai cagar budaya. Pemerintah daerah bersama komunitas sejarah akan terus melanjutkan kajian untuk memastikan status dan nilai pentingnya.

Selain itu, temuan ini diharapkan mampu memperkaya khazanah budaya lokal sekaligus memperkuat identitas sejarah Trenggalek.

“Harapannya, temuan ini tidak hanya kita selamatkan, tetapi juga bisa menjadi sumber edukasi bagi masyarakat,” pungkas Heru.

Potensi Wisata Sejarah Baru

Jika pemerintah menetapkan statusnya sebagai cagar budaya, temuan ini berpotensi menjadi daya tarik wisata sejarah baru di Trenggalek.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Trenggalek tidak hanya kaya potensi alam, tetapi juga menyimpan jejak peradaban bernilai tinggi.(CIA)

Views: 24