TRENGGALEK, bioztv.id – Duka menyelimuti Dusun Jogadi, Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Sebuah rumah sederhana milik Dami (69), seorang nenek yang tinggal sendiri, hangus dilalap api saat ia mengikuti pengajian, Minggu (1/6/2025) pagi.
Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Warga yang beraktivitas pagi terkejut mendengar suara kayu terbakar dari rumah Dami. Asap tebal segera membubung tinggi, dan api dengan cepat membesar, melahap seluruh bangunan berukuran 4×8 meter itu.
Kejadian bermula saat Dami selesai memasak menggunakan kayu bakar di tungku tradisional sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, ia tidak menyadari bara api di tungku masih menyala ketika meninggalkan rumah untuk pengajian di Desa Cakul sekitar pukul 07.30 WIB. Setengah jam kemudian, warga mendengar suara mencurigakan dari rumah Dami. Setelah diperiksa, api sudah membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah yang mayoritas berbahan kayu.
Setelah menerima laporan dari Yunis Putri, warga setempat, pada pukul 08.30 WIB, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Dongko segera meluncur ke lokasi. Proses pemadaman menghadapi tantangan berat karena sumber air cukup jauh dari lokasi kejadian.
“Tim tiba di lokasi sekitar pukul 09.08 WIB dan langsung melakukan pemadaman manual sambil menunggu bantuan air dari Pemdes Pandean,” ungkap Kasatpol PPK Trenggalek, Habib Solehudin, saat dikonfirmasi.
Bantuan air baru tiba pukul 11.30 WIB. Petugas kemudian melanjutkan upaya pemadaman menggunakan alcon. Setelah berjuang hampir tiga jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pukul 12.00 WIB.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Seluruh barang di dalam rumah hangus tanpa tersisa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material cukup besar. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat meninggalkan api di tungku atau dapur tradisional,” pesan Habib Solehudin.
Proses pemadaman ini juga mendapat bantuan dari Polsek Dongko, Pemdes Pandean, Tagana, Baznas Trenggalek, serta masyarakat sekitar. Kebersamaan dan gotong royong warga setempat menjadi penguat di tengah musibah yang menimpa Nenek Dami.
Kini, Dami harus mengikhlaskan rumah dan seluruh harta bendanya yang ludes terbakar. Namun, dukungan dari para tetangga dan relawan sedikit banyak meringankan beban hatinya.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada saat meninggalkan rumah, apalagi setelah menyalakan api,” tutup Habib Solehudin.(CIA)
Views: 135
















