TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah ketatnya persaingan antar daerah berebut investor, Kabupaten Trenggalek mencoba tampil beda. Tak sekadar mengandalkan potensi sumber daya alam, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin alias Mas Ipin menawarkan sederet insentif dan kemudahan yang jarang diberikan oleh daerah lain.
Mas Ipin menyadari, salah satu kendala utama yang kerap membuat investor ragu masuk ke daerah adalah soal ketersediaan lahan dan biaya awal yang terlalu mahal. Karena itu, Pemkab Trenggalek menyiapkan skema khusus agar investor tak perlu pusing mencari atau membeli lahan dengan harga tinggi.
“Kita sudah petakan lahan-lahan yang bisa dipakai untuk investasi. Kalau itu aset Pemkab, akan kita sediakan. Kalau lahan milik masyarakat, kita ajak duduk bareng supaya sewanya terjangkau, tidak memberatkan,” jelas Mas Ipin, Jumat (3/5/2025).
Lebih dari itu, Mas Ipin menawarkan skema barter sosial. Pemilik lahan yang terlibat dalam proyek investasi akan mendapat kompensasi berupa pembebasan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atau keuntungan lain yang bisa diatur dalam perjanjian kerjasama.
Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu terobosan, di saat banyak daerah hanya sebatas memberikan surat rekomendasi tanpa menyentuh langsung masalah klasik yang dihadapi para investor.
Tak berhenti di soal lahan, Trenggalek juga menyiapkan paket insentif fiskal. Mulai dari pembebasan sementara pajak dan retribusi daerah selama masa persiapan investasi.
“Mungkin satu sampai dua tahun pertama, pajak dan retribusi yang dikutip daerah bisa kita nolkan dulu. Supaya investor fokus bangun usahanya tanpa terbebani pungutan di awal,” terang Mas Ipin.
Bupati muda ini juga menegaskan pentingnya perlindungan tenaga kerja lokal di tengah geliat investasi. Ia menyebut, selain membuka lapangan kerja baru, pemerintah daerah wajib menjamin hak-hak dasar para buruh dan pegawai yang dipekerjakan investor.
“Nanti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan karyawan harus dipastikan aktif. Itu jadi tanggung jawab pemerintah untuk perlindungan masyarakat, sekaligus menambah kenyamanan bagi investor,” katanya.
Strategi Mas Ipin ini diyakini bisa menjadi daya tarik tersendiri, apalagi Trenggalek punya potensi agroindustri, perikanan, hingga pariwisata alam yang belum banyak tersentuh investasi skala besar.
Dengan berbagai kemudahan ini, Trenggalek ingin mematahkan stigma sebagai daerah pinggiran yang sulit berkembang karena minim investor. Mas Ipin optimistis, jika skema ini berjalan, Trenggalek bisa menjadi destinasi investasi baru di kawasan selatan Jawa Timur.
“Kita ingin investasi yang berpihak pada rakyat. Jangan sampai ada investasi besar tapi masyarakat sekitar tidak dapat apa-apa. Prinsipnya, investasi boleh masuk, tapi harus win-win,” tandasnya.(CIA)
Views: 59
















