TRENGGALEK, bioztv.id – Ujian satuan pendidikan bagi siswa kelas 6 di Trenggalek tahun ini penuh perjuangan. Banjir dan longsor melumpuhkan beberapa wilayah. Namun, para guru dan siswa tetap berusaha. Mereka memastikan ujian tetap berjalan. Bahkan, beberapa guru rela menjemput muridnya dengan perahu karet. Tujuannya agar siswa bisa mengikuti ujian.
Kondisi ini terjadi di Kecamatan Bendungan, Pogalan, dan Trenggalek Kota. Beberapa sekolah terpaksa menunda jadwal ujian. Ada yang memindahkan lokasi, bahkan menjemput siswa yang terisolasi karena akses jalan terputus.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek, Agus Setiyono, mengatakan ujian di Trenggalek umumnya tetap berjalan. Namun, beberapa sekolah harus menyesuaikan waktu pelaksanaan.
“Alhamdulillah, ujian bisa terlaksana, meski ada yang diundur. Contohnya, yang seharusnya jam 07.00 diundur jadi jam 10.00. Tapi, di SDN Depok 4, yang terdampak longsor, hanya sebagian siswa bisa ujian karena jalan menuju sekolah terhalang longsor,” terang Agus, Selasa (20/5/2025).
Agus menambahkan, siswa yang belum bisa mengikuti ujian hari ini akan mendapat jadwal susulan. Ujian susulan akan digelar akhir pekan ini atau awal pekan depan.
Situasi dramatis juga terjadi di Kelurahan Kelutan. Guru-guru menjemput beberapa siswa SDN Kelutan 1 dan SDN Kelutan 2 menggunakan perahu karet. Rumah mereka terendam banjir. Aksi heroik ini mengharukan. Ini membuktikan pendidikan tidak boleh berhenti meski bencana melanda.
Beberapa sekolah juga harus memindahkan lokasi ujian. Ruangan mereka tidak bisa digunakan. Contohnya, SD Islam Al-Luqman meminjam ruang kelas di SMAN 1 Trenggalek.
“Kami sangat berterima kasih kepada SMAN 1 Trenggalek yang bersedia memfasilitasi siswa kami agar tetap bisa mengikuti ujian,” tambah Agus.
Kisah serupa datang dari Widarti, guru SDN 2 Surodakan. Dua muridnya, Rehan dan Nesa, hampir tidak ikut ujian. Orang tua mereka tidak bisa keluar rumah. Meskipun dihantam bencana, semangat para guru dan siswa di Trenggalek menunjukkan ketangguhan dunia pendidikan. Ujian bukan hanya soal nilai, tetapi tentang ketekunan, keberanian, dan kebersamaan menghadapi tantangan hidup.
“Jadwal ujian seharusnya jam 07.30, tapi diundur sampai jam 08.00. Orang tuanya tidak bisa mengantar karena kondisi jalan. Akhirnya saya tawarkan untuk menjemput mereka. Saya bawa anak-anak ini agar tetap bisa ikut ujian,” cerita Widarti saat jemput muridnya
Disdikpora Trenggalek memastikan proses ujian di wilayah terdampak tetap aman. Meskipun tertunda atau pindah lokasi, semangat belajar siswa di tengah bencana patut mendapat apresiasi.(CIA)
Views: 127
















