TRENGGALEK, bioztv.id – Lahan pertanian kering dan sulit air di Puncak Dawung Desa Suruh, Kecamatan Suruh kabupaten Trenggalek berubah menjadi kebun sayur. Hadirnya bantuan perpipaan serta tandon air dari Polres Trenggalek telah mengubah lahan yang kurang produktif menjadi kawasan penunjang ketahanan pangan.
Tandon Air 5.300 Liter & Kebun Sayur Puncak Dawung
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, secara langsung menyerahkan bantuan tandon air berkapasitas 5.300 liter kepada warga. Tak hanya itu, pada momen ini sekaligus dilakukan peresmian Kebun Sayur Puncak Dawung, sebuah inisiatif lokal yang digagas warga bersama aparat setempat untuk menjaga ketahanan pangan. Langkah ini dinilai strategis untuk memanfaatkan lahan kering yang kurang produktif.
“Ini bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Tandon air ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun menyiram tanaman, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” tegas Ridwan dalam sambutannya.
Lebih dari sekadar bantuan fisik, pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk aktif mengembangkan kebun sayur yang sudah ada. Program ini diharapkan tak hanya menopang kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di desa tersebut.
“Kami ingin muncul petani-petani muda agar Trenggalek tak hanya mandiri pangan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan,” tambahnya.
Dukungan untuk Petani & Anggota Polri
Kapolres juga menyampaikan apresiasi khusus kepada anggota Polsek Suruh, Aipda Rajimin, yang selama ini aktif menggagas program inovasi ketahanan pangan di wilayah kerjanya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan ini, khususnya Aipda Rajimin. Program sederhana seperti ini kalau dikelola serius, dampaknya luar biasa untuk masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Suruh, Gunawan, turut menyambut baik bantuan tandon air yang diberikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas air bersih sangat penting untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Bantuan ini sangat berarti. Warga tak lagi kesulitan air, dan kebun sayur bisa menjadi sumber ekonomi baru,” tandasnya.
Langkah konkret seperti ini dinilai sangat dibutuhkan di tengah perubahan iklim yang memicu kekeringan di berbagai daerah. Tak hanya soal air bersih, ketahanan pangan berbasis komunitas juga menjadi solusi jangka panjang agar desa-desa di Trenggalek tetap bisa mandiri menghadapi tantangan cuaca yang makin sulit diprediksi. (CIA)
Views: 31
















