TRENGGALEK, bioztv.id – Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, atas komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Namun, Menteri lingkungan hidup juga menyoroti besarnya lahan kritis dan sangat kritis di Trenggalek yang mencapai sekitar 21%.
Dalam kunjungan kerja pada Sabtu (21/12), Menteri Lingkungan Hidup memuji tutupan lahan hijau Trenggalek yang mencapai 56 persen. Angka ini berdasarkan hasil visual citra satelit terhadap lahan di kabupaten Trengalek.
“Sepanjang perjalanan tadi, Trenggalek terlihat hijau. Citra menunjukkan bahwa 56 persen luas daratan di sini adalah tutupan lahan. Ini capaian luar biasa yang menandakan upaya jenius Bupati Trenggalek dalam menjaga lingkungan,” ujar Hanif saat menanam bambu di salah satu kawasan Trenggalek.
Namun, di balik pujian tersebut, Menteri Hanif juga menyoroti persoalan serius. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hampir 21 persen lahan di Trenggalek tergolong kritis dan sangat kritis.
“Kondisi ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi secara bertahap,” ungkap hanif.
Kolaborasi untuk Menuntaskan Lahan Kritis
Hanif menegaskan bahwa penanganan lahan kritis membutuhkan sinergi semua pihak. Untuk wilayah yang berada di kawasan hutan akan menjadi tanggung jawab Menteri Kehutanan, sementara yang di luar kawasan kehutanan menjadi tugas menetri lingkungan hidup dan Bupati Trenggalek.
“Ini kerja bersama yang harus segera dilakukan,” ungkapnya.
Selain itu, Hanif menyoroti pentingnya menanam mangrove di sepanjang garis pantai Trenggalek yang mencapai lebih dari 8 kilometer. Pasalnya, mangrove adalah kunci perlindungan pesisir dari abrasi.
“Kami akan meningkatkan kapasitas mangrove di Trenggalek sebagai bagian dari langkah pemulihan lingkungan,” imbuhnya.
Menanam Pohon sebagai Warisan untuk Masa Depan
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin alias mas Ipin yang turut hadir dalam kegiatan penanaman bambu, menyambut baik dukungan pemerintah pusat. Mas Ipin trurut berterimakasih atas support dari menetri lingkungan hidup terhadap pelestarian lingkungan di Trenggalek.
“Saya yakin upaya menanam pohon ini akan menjadi amal jariah yang manfaatnya dirasakan oleh anak cucu kita kelak,” kata Mas Ipin penuh optimisme.
Penanaman bambu dan rencana pemulihan lahan kritis ini menjadi langkah konkret untuk mengatasi ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Trenggalek.
“Teknologi secanggih apa pun tidak mampu mengelola tata air dalam tanah. Hanya tanaman yang bisa melakukannya. Karena itu, kita harus terus meningkatkan kapasitas lingkungan kita,” tegas Menteri Hanif.
Membangun Komitmen Hijau untuk Masa Depan
Dengan tutupan hutan yang mencakup sekitar 65 ribu hektar, Trenggalek menjadi salah satu kabupaten dengan tutupan lahan terbesar di Indonesia. Namun, perjuangan untuk memperbaiki lahan kritis memerlukan langkah nyata dan kesinambungan. Langkah ini tidak hanya menjadi upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga investasi besar untuk masa depan Trenggalek dan generasi penerusnya.
“Kami akan segera mengevaluasi kondisi ini bersama Pak Bupati, sama seperti yang kami lakukan di Ponorogo. Harapannya, Trenggalek dapat menjadi contoh sukses pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Hanif.(CIA)
Views: 3
















