Pasca Penutupan Tambak Udang Munjungan, Hanya Kegiatan Pembenahan IPAL yang Diizinkan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Setelah penutupan tambak udang di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, seluruh aktivitas budidaya udang resmi dihentikan. Pemerintah Kabupaten Trenggalek kini hanya mengizinkan kegiatan pembuatan dan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tambak. Pengerukan limbah juga masih menjadi PR para pengusaha.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek, Habib Solehudin, menyampaikan bahwa penutupan ini dilakukan setelah adanya surat keputusan dari PJs Bupati Trenggalek.

“Jumat kemarin, tambak udang di Munjungan sudah kami segel sepenuhnya. Total ada 11 lokasi tambak,” kata Habib.

Namun, Habib menyebut pasca penyegelan itu masih ada tiga tambak yang bandel, dan tetap menjalankan aktivitas budidaya.

“Ketika kami cek, ternyata di beberapa tambak udangnya masih kecil, usianya sekitar 10 hari. Meski begitu, kami tegaskan agar kegiatan budidaya tersebut dihentikan sepenuhnya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa satu-satunya aktivitas yang diizinkan dilokasi tambak udang saat ini adalah perbaikan dan pembuatan IPAL.

“Kami pastikan tidak ada lagi aktivitas selain pembenahan IPAL. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati agar dampak lingkungan bisa diminimalkan,” tegas Habib.

Dari 11 tambak udang yang ditutup tersebar di dua desa, yakni Desa Masaran dan Desa Munjungan, dengan jumlah terbanyak berada di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Dari hasil pengawasan, tim menemukan bahwa sebagian besar tambak sudah memiliki IPAL, tetapi fungsinya tidak optimal.

“Rata-rata pengusaha tambak memang sudah membuat IPAL, tapi sayangnya tidak berfungsi dengan baik. Bahkan, ada dua tambak yang sama sekali belum memiliki IPAL dan langsung membuang limbah ke sungai,” ungkap Habib.

Selain pembuatan IPAL, para pengusaha tambak juga telah sepakat melakukan pemulihan lingkungan. Mereka sepakat untuk membersihkan limbah yang mengendap di sungai.

“Setelah IPAL selesai dibenahi, mereka akan melanjutkan pembersihan limbah di sungai agar tidak ada dampak lingkungan jangka panjang. Saat ini, alat berat sudah didatangkan dan proses pengerukan akan segera dilakukan,” tutup Habib.(CIA)

Views: 1