TRENGGALEK, bioztv.id – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, alias Mas Ipin, angkat bicara terkait kasus belasan santri di Kecamatan Karangan yang diduga menjadi korban pencabulan oleh pemilik pondok dan anaknya. Mas Ipin menegaskan jika persoalan bukan terletak pada lembaga pendidikan, melainkan pada individunya.
Mas Ipin menegaskan alasan di balik keputusan untuk tidak mengumumkan kasus ini secara terbuka sejak awal. “Kenapa kok kemudian tidak kita blowup di awal? Karena takutnya nanti ada pembungkaman terhadap korban. Misal ada korban yang kemudian malu untuk lapor. Jadi memang kita biarkan, kita kumpulkan semua bukti terlebih dahulu,” tegasnya.
Menanggapi kasus ini, Mas Ipin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Pemerintah Kabupaten Trenggalek, bersama dengan kepolisian dan aparat terkait lainnya, menegaskan bahwa mereka akan berpihak pada korban dan menegakkan keadilan.
“Kita akan berpihak pada korban, dan kita akan menegakkan keadilan seadil-adilnya. Apalagi ini kasusnya kekerasan seksual,” ungkap Mas Ipin.
Mas Ipin juga menyebutkan upaya pencegahan kejadian serupa di masa depan.
“kita tanya nanti di sekolah-sekolah. Selama ini pernah mengalami perundungan atau tidak, selama ini pernah mengalami kekerasan atau tidak,” paparnya.
Dissi lain sebenarnya pemkab Trenggalek sudah mendeklarasikan pesantren ramah anak. Bahkan beberapa waktu lalu juga dilakukan kerjasama dengan UNICEF. “Semua pondok pesantren juga diundang untuk terlibat,” Pungkas Mas Ipin.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana untuk menugaskan dinas sosial dan dinas pendidikan untuk melakukan assessment secara acak terhadap siswa-siswa. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat terkait pengalaman mereka di lembaga pendidikan tersebut.(CIA)
Views: 80
















