TRENGGALEK, bioztv.id – Suasana berbeda pada momen nonton bareng Pemutaran gala primer film “SInden Gaib” di bioskop Trenggalek. Spesial show ini dihadiri langsung sejumlah pemeran dalam film tersebut. Bahkan Ayu yang kisahnya difilmkn itu juga ikut nonton. Hingga saat ini jiwa Ayu masih menyatu dengan sosok sinden gaib Mbah Sarinten.
Film horor “Sinden Gaob” yang diambil dair kiesah Nyata Ayu, di Trenggalek ini sudah diputar pada Gala Premier disejumlah bioskop. Salah satunya Bioskop Yanga da di Trenggalek pada 20 Februari 2024 kemarin. Kisah Ayu yang difilmkan ini tidak hanya menawarkan sensasi horor, tetapi juga nilai-nilai moral dan kearifan lokal yang patut dilestarikan.
Kisah nyata dalam film ini dimulai ketika Ayu dan sejumlah temannya sedang melakukan syuting dokumenter tentang tarian Turonggo Yakso di Trenggalek. Tanpa mereka sadari, salah seorang teman Ayu mengambil batu keramat di Watu Kandang, Trenggalek, tempat lokasi syuting berlangsung. Kejadian itu menjadi awal mula dari teror yang menghantui Ayu, ketika jiwanya harus berbagi tempat dengan arwah Mbah Sarinten, seorang sinden gaib dari Banyuwangi.
Dalam konferensi Pers usai nonton bareng di Bioskop Trenggalek, Penyanyi berbakat Sara Fajira yang didapuk memerankan karakter Ayu. Ia mengaku tidak banyak kesulitan dalam berakting, namun harus beradaptasi dengan dialek bahasa Jawa khas Trenggalek.
“Alhamdulillah, untuk bahasa Jawa Trenggalek bisa saya pelajari dengan baik, karena saya aslinya juga orang Surabaya,” ungkap Sara.
Selain berperan sebagai Ayu, Sara juga harus menyajikan nyinden dengan sentuhan khas Banyuwangi, menciptakan atmosfer misterius yang menghantui.
Berbeda dengan Ayu yang mengalami kejadian mistis selama bertahun-tahun, Sara tidak merasakan hal serupa selama syuting. Hanya saja, beberapa pemain dan kru mengalami kejadian aneh di lokasi syuting, seperti terjatuh dan terluka.
Film ini bukan hanya tentang teror dan kengerian, tetapi juga tentang pentingnya menghormati kearifan lokal dan tradisi. Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek yang turut berperan dalam film ini, berharap film ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua orang.
“Film ini menjadi media untuk mengenalkan berbagai budaya, kesenian, dan wisata Trenggalek,” kata Novita.
Ayu, sosok asli yang kisahnya diangkat ke layar lebar, mengungkapkan bahwa pengalamannya jauh lebih kompleks dan panjang dibandingkan dengan film. Ia sempat mengalami keterpurukan sebelum akhirnya bangkit dan hidup berdampingan dengan sinden Sarinten.
“Saya sudah berdamai dengan keadaan dan hidup berdampingan dengan Sarinten. Percaya atau tidak, di saat-saat tertentu saya bisa berkomunikasi dengannya,” ungkap Ayu.
Film “Sinden Gaib” bukan hanya tentang teror dan kengerian, tetapi juga tentang kekuatan mental, keteguhan hati, dan pentingnya menghargai kearifan lokal. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan nilai-nilai moral dan budaya yang terkandung dalam kisahnya.
Film “Sinden Gaib” siap menghantui bioskop Indonesia mulai 22 Februari 2024. Siapkan diri Anda untuk merasakan teror yang mencekam dan terbawa dalam kisah mistis yang tak terlupakan.
Views: 72
















