PKS Trenggalek Kritisi PSU Tapi Tidak Berani Menolak, Sayangkan Hak Politik Masyarakat Terbuang

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – PKS Trenggalek menyayangkan adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa TPS di Trenggalek. PKS merasa kasihan terhadap masyarakat yang hak politiknya terbuang karena tidak bisa mencoblos lagi di PSU. Meski demikian, PKS tidak menolak adanya PSU selama dilakukan sesuai regulasi atau ketentuan yang berlaku.

“Secara umum kita menyayangkan terjadinya PSU karena pasti banyak aspirasi dari masyarakat yang terbuang,” kata Diyan Arifin, Sekretaris DPD PKS Trenggalek.

Diyan menjelaskan, banyak masyarakat Trenggalek yang bekerja di luar kota dan hanya bisa pulang pada tanggal 14 Februari untuk mencoblos. Karena adanya PSU, mereka kemungkinan besar tidak bisa kembali pulang dan hak politik mereka hilang.

“Ini mungkin bisa menjadi satu bahan renungan bagi KPU untuk melakukan PSU itu,” kata Diyan. “Memang mungkin dalam pelaksanaan tahapan Pemilu itu mungkin ada kekeliruan, ada kesalahan, tetapi apakah penegakan hukum kesalahan itu akan menghilangkan hak-hak politik yang justru Pemilu itu pada hakekatnya adalah untuk menyalurkan aspirasi politik masyarakat.”

Diyan menegaskan, PKS tidak menolak PSU selama sesuai regulasi. Namun, PKS secara moral menyayangkan adanya PSU karena hak politik masyarakat terbuang.

“Kemarin secara pribadi kita sudah mengirim pesan kepada penyelenggara KPU dan Bawaslu tentang seruan moral kita ini, secara pribadi. Secara institusi secara resmi kita memang belum,” imbuh Diyan.

PKS berharap KPU dan Bawaslu dapat mencari solusi agar hak rakyat yang sudah menyalurkan aspirasinya tidak hilang gara-gara satu orang yang melakukan pelanggaran. (CIA)