Sejumlah Perangkat Desa di Trenggalek Terjerat Korupsi, Bupati Minta PPDI Jadi Ajang Edukasi

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah perangkat desa di Kabiupaten Trenggalek terjerat kasus korupsi anggaran desa. Bupati minta kepengurusan baru persatuan perangkat desa indonesia (PPDI) Trenggalek jadi ajang edukasi dan peningkatan kapasitas. Sehingga jeratan hukum seperti halnya kasus korupsi tidak kembali terulang.

Usai ikuti pelantikan susuna kepengurusan PPDI yang baru di pendopo Manggala Praja Nugraha, Bupati Trennggalek turut berpesan terkait target pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan ekstream dan stunting secara Nasional. Tak terkecuali di seluruh desa yang ada di Kabupaten Trenggalek. Pasalnya, pada Tahun 2024 mendatang, Pemerintah Pusat targetkan nol kemiskinan ekstream.

Lebih lanjut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, Mengingat sejak bebererapa waktu terakhir masih ada perangkat desa yang terjerat kasus korupsi anggaran desa. Pihaknya meminta agar kepengurusan PPDI yang baru ini bisa menjadi ajang untuk saling bertukar inovasi, saling bertukar informasi, dan saling belajar satu sama lain. Sehingga PPDI bisa menjadi sarana pembinaan, dan peningkatan kapasitas  perangkat desa. Harapan kedepannya kasus-kasus jeratan hukum seperti itu tidak terulang lagi.

Sekedar diketahui bahwa, sejumlah perangkat desa yang saat ini terjerat kasus jeratan hukum adalah perangkat desa yang ada di Desa Ngulanwetan dan Desa Ngulankulon. Untuk perangkat desa Ngulanwetan, sudah mendekam dijeruji besi akibat korupsi anggaran desa. Sedangkan untuk perangkat desa Ngulankulon saat ini sudah ditetapkan terdangka dugaan korupsi anggaran desa bersama kepala desanya. Namun yang bersangkutan belum ditahan.

 

Views: 119