TRENGGALEK, bioztv.id – Maksimalkan penanganan stunting, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin alias Mas Ipin bongkar 3 strategi penanganan berbasis pendekatan. diantaranya pendekatan berbasis komunitas, lingkungan, hingga keluarga. Pendekatan itu juga bisa sinkron dengan ebebrpa program yang sudah berjalan, salah satunya adipura desa.
Berdasrakan keterangan Bupati Trenggalek, kondisi stunting di Kabupaten Trenggalek saat awal rilis mencapai 39%. Sedangkan kondisi sekarang sudah turun menjadi 19%. Namun, pada Tahun 2024 mendatang, Presiden meminta agar angka stunting bisa lebih ditekan hingga dibawah 14%. Untuk mendukug hal tersebut, saat ini pemerontah daerah sudah menyiapkan anggarannya melalui dinas kesehatan. Selain itu alat pengukur juga akan diupdate, yakni menggunakan alat antropometri yang saat ini juga sudah dianggarkan.
Lebih lanjut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, mengingat anggarannya sudah ada, yang harus dilakukan hanyalah membawa orang ke Posyandu, kemudian memastikan pemenuhan gizi ibu hamil hingga balita bisa terpenuhi dengan baik. Artinya, untuk memaksimalkan penanganan stunting ini intervensinya harus muncul.
Mas Ipin juga menambahkan, saat ini pemerintahd aerah memiliki 3 strategi berbasis pendekatan untuk menekan angka stunting. Yakni pendekatan berbasis lingkungan, komunitas atau desa hingga pendekatan keluarga. Pendekatan tersbeut bisa berjalan beriringan dengan beberapa program yang lain, diantaranya program Nol Perkawainan anak, Adipura Desa, Program yang sehat yang dibayar, dan lain sebagainya.
Views: 55

















