Penyebab Silpa 224 M, DPRD Trenggalek Sebut Dampak Kucuran Anggaran OPD Tak Sesuai Kebutuhan

oleh
oleh
Penyebab Silpa 224 M, DPRD Trenggalek Sebut Dampak Kucuran Anggaran OPD Tak Sesuai Kebutuhan
Penyebab Silpa 224 M, DPRD Trenggalek Sebut Dampak Kucuran Anggaran OPD Tak Sesuai Kebutuhan

TRENGGALEK, bioztv.id – Sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada tahun 2021 mencapai Rp.224 Miliar, Komisi 2 DPRD Trenggalek sebut jika hal ini dampak dari kucuran anggaran yang tidak sesuai kebutuhan. Pasalnya, sejumlah OPD mengaku jika kucuran anggaran yang diterima tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat.

Mengacu keterangan Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, dari hasil rapat bersama sejumlah OPD diketahui jika selama ini kucuran anggaran dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak sesuai dengan kebutuhan perencanaan masing masing OPD. Terkait hal ini TAPD hanya memberi plafon anggaran terhadap OPD. Sehingga kegiatan OPD tidak sepenuhnya bisa terealisasi karena perencanaan harus disesuaikan dengan kucuran anggaran yang ada.

Lebih lanjut Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Mugianto menjelaskan, salah satu penyebab Sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada tahun 2021 cukup besar itu karena ada OPD yang membutuhkan anggaran tapi tidak dipenuhi. Sedangkan OPD yang tidak terlalu membutuhkan anggaran justru diberi plot anggaran. Akibatnya, anggaran tidak sepenuhnya terserap dan justru mengendap hingga miliaran rupiah. Terkait hal ini pihaknya menakankan agar TAPD lebih cermat dalam memberi plafon anggaran ke masing masing OPD. Pemberian itu harus disesuaikan dengan kebutuhan, bukan keinginan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinilai tidak seimbang dengan kondisi kebutuhan masyarakat dilapangan, sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) Tahun 2021 menjadi temuan BPK. Komisi 2 DPRD Trenggalek sebut hal ini akibat tidak konsistennya perencanaan. Akibatnya meski anggaran yang mengendap besar, tapi kondisi infrastruktur justru hancur.

Views: 130