TRENGGALEK, bioztv.id – Pasca diresmikan Presiden Joko Widodo, BBWS Brantas akhirnya bongkar dibalik molor dan bengkaknya anggaran pembangunan Bendungan Tugu di kabupaten Trenggalek. Pasanya, bangunan itu sempat ditargetkan selesai pada Tahun 2017, namun akhirnya ditargetkan ulang selesai pada Tahun 2021.
Mengacu keterangan Kepala BBWS Brantas, salah satu penyebab molornya prose spembangunan Bendungan Tugu karena masalah sosial. Pasalnya, masalah sosial ini sulit untuk diprediksi dan memerlukan pendekatan pendekatan terhadap Masyarakat. Selain itu, molor dan bertambahnay kebutuhan anggaran juga disebabkan adanya permasalahan teknis.
Lebih lanjut Kepala BBWS Brantas, Muhamad Rizal menyampaikan, Beberapa masalah teknis yang terjadi selama proses pembangunan Bendungan Tugu ini seperti halnya pondasi bendungan yang memerlukan perbaikan, perbaikan longsor pada tebing bagian hilir, hingga bahan timbunan batu dan tanah yang tidak mencukupi. Akibatnya, harus mencari tempat bahan timbunan baru yang jaraknya lebih jauh. Rizal juga menambahkan, untuk perubahan konstruksi Bendungan Tugu tdak ada, sedangkan total anggaran yang dibutuhkan sebesar 1,69 Triliun. Bendungan Tugu ini memiliki tampungan sebesar 12,1 Juta, dengan tinggi 89 Meter. Sementara itu manfaat irigasi Bendungan ini mampu mengairi lahan seluas 1.250 Hektare, Penyediaan air baku 12 Liter per detik. dan Pembangkit listrik micro hydro sebesar 0,4 Megawatt.
Views: 8

















