TRENGGALEK, bioztvid – Putus diterjang banjir sejak tahun 2018 lalu, bangunan jembatan di Desa Jati Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, belum ada solusi. Akibatnya akses transportasi dan aktivitas perekonomian warga terganggu, pasalnya warga harus memutar arah dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer.
Menurut keterangan salah satu warga, Solomo menyampaikan, Putusnya jembatan yang ada di Desa Jati Kecamatan Karanagan ini diketahui sudah hamper dua tahun lalu, berawal saat akhir tahun 2018 lalu hujan lebat mengguyur wilayahnya hingga menimbulkan banjir, dan menggerus tiang tiang jembatan. Hingga akhirnya tiang penyangga jembatan bagian tengah patah, dan jembatan roboh.
Sementara itu warga lainnya, Sujito menerangkan, Akibat runtuhnya jembatan ini warga yang beraktifitas harus memutar arah dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer, Jembatan ini merupakan salah satu akses utama warga untuk pergi ke sawah, ke makam, dan menjadi akses perekonomian warga lainnya.
Sujito juga menambahkan, saat jembatan tersebut roboh pasca diterjang banjir, pihak BPBD Trenggalek bersama instansi terkait juga pernah mendatangi lokasi tersebut, namun sampai saat ini perbaikan jembatan belum juga dilakukan.
Views: 1
















