TRENGGALEK, bioztv.id – Digelontor anggaran sekitar 5 Miliar, jembatan hanyut akibat bencana banjir di Kabupaten Trenggalek digantikan jembatan darurat (Belly) untuk sementara waktu. Katiga jembatan yang tersebar di kecamatan Watulimo dan Munjungan itu yakni jembatan Mukus, Jembatan Bendoroto, dan jembatan Kedung Pucang.
Proses pembangunan jembatan belly di Trenggalek merupakan kucuran Pemprov jatim melalui dana biaya tak terduga (BTT). Dari ketiga jembatan itu yang dibangun jembatan belly ada dua. Yakni jembatan Mukus dan Jembatan Bendoroto. Sedangkan untuk jembatan Kedung Kujang hanya dilakukan penguatan pondasi yang terkikis.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, ketiga jembatan yang dibangun itu kondisinya sangat vital. Selain menjadi akses pariwisata, di daerah mukus ada sekitar 4 ribu warga yang sempat terisolasi saat jembatan putus. Sementara itu Jembatan Bendoroto merupakan penghubung antar warga di Kecamatan Munjungan dan Watulimo. Meski jembatan belly itu masih bisa bertahan hingga beebrapa tahun kedepan, untuk proses pembangunan jembatan permanen, Pemkab Trenggalek akan mengusulkan kepada BNPB. Harapannya dilokasi tersebut segera terbangun jembatan yang permanen.
Sekedar diketahui bahwa, Jembatan Mukus secara tekhnis memiliki panjang sekitar 27 meter, dengan lebar 3,5 meter. Jembatan ini dibangun dengan kapasitas mampu dilewati kendaraan seberat 10 ton. Sedangkan Jembatan Bendoroto memiliki panjang 26 meter dengan lebar 3,5 meter. Jambtan ini dibangun dengan kapasitas beban mampu dilewatu kendaraan seberat 10 ton.
Views: 133
















