TRENGGALEK, bioztv.id – Transaksi sekitar 10 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Trenggalek mencapai Rp613,28 juta. Namun, perputaran transaksi tersebut belum tersebar merata. KDMP Karangsoko di Kecamatan Trenggalek mencatat transaksi paling besar, yakni Rp460,35 juta.
Data tersebut berasal dari laporan admin KDKMP yang masuk ke dasbor System Information Koperasi Desa (Simkopdes) Jawa Timur. Nilai transaksi Karangsoko mencapai sekitar 75 persen dari total transaksi yang tercatat pada sekitar 10 KDKMP.
Karangsoko Jauh Unggul dari KDKMP Lain
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskomindag Kabupaten Trenggalek, Pujianto, membenarkan perbedaan nilai transaksi tersebut.
“Berdasarkan data Simkopdes, nilai transaksi terbesar memang didominasi oleh KDMP Karangsoko yang mencapai Rp460.350.000,” kata Pujianto.
KDMP Krandegan, Kecamatan Gandusari, berada setelah Karangsoko dengan transaksi Rp60,5 juta. Kemudian, KDMP Tumpuk, Kecamatan Tugu, mencatat transaksi Rp51,32 juta. KDMP Kedungsigit, Kecamatan Karangan, mencatat transaksi Rp38,26 juta.
Angka tersebut menunjukkan perbedaan aktivitas perdagangan yang cukup besar antar-KDKMP yang masuk dalam data tersebut.
Beras SPHP Masih Jadi Transaksi Terbesar
Bahan pokok menjadi komoditas utama dalam akumulasi transaksi KDKMP Trenggalek. Beras medium SPHP kemasan lima kilogram mencatat nilai transaksi terbesar, yakni Rp334,4 juta. Volume penjualan beras tersebut mencapai 30.400 kemasan.
Minyak goreng menyusul dengan nilai transaksi Rp237,6 juta dari 16.184 kemasan. Sementara itu, gula pasir dalam negeri (DN) mencatat transaksi Rp31,52 juta dengan volume 1.950 kemasan.
Rp613 Juta Bukan Berarti KDKMP Meraih Laba
Pujianto menegaskan nilai transaksi dalam Simkopdes menunjukkan perputaran perdagangan, bukan laba bersih koperasi. Data tersebut belum memperhitungkan modal kerja, Harga Pokok Penjualan (HPP), dan biaya operasional setiap koperasi.
“Nilai transaksi itu belum cukup untuk menunjukkan keuntungan atau Sisa Hasil Usaha (SHU) masing-masing KDKMP,” jelas Pujianto
Besarnya transaksi Karangsoko juga perlu dilihat dalam konteks jenis usaha, volume penjualan, serta biaya yang dikeluarkan koperasi.(CIA)
Views: 6

















