Tak Selamanya Cuci Darah Seumur Hidup, 11 Pasien RSUD Trenggalek Berhasil Lepas dari Mesin

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Vonis cuci darah tidak selalu berarti pasien harus menjalaninya seumur hidup. RSUD dr. Soedomo Trenggalek mencatat 11 pasien hemodialisis berhasil lepas dan tidak lagi bergantung pada mesin cuci darah.

Keberhasilan tersebut menunjukkan pasien gangguan ginjal masih memiliki peluang untuk pulih. Kedisiplinan menjalani perawatan medis dan menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci dalam proses pemulihan.

Rusnawati, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Karangan, Trenggalek, merasakan langsung keberhasilan tersebut. Perjuangannya bermula pada rentang tahun 2018–2019 ketika tubuhnya mulai membengkak akibat gangguan fungsi ginjal.

Rusnawati sempat menjalani hemodialisis di Malang. Setelah itu, ia melanjutkan perawatan di RSUD dr. Soedomo seminggu sekali.

Ia mengikuti petunjuk dokter dan disiplin menjaga pantangan makanan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil hingga dokter menyatakan dirinya tidak lagi membutuhkan cuci darah.

“Saya jalani anjuran dokter dengan disiplin dan menjaga makanan agar bisa pulih sehat kembali,” kata Rusnawati.

Perbedaan Gangguan Ginjal Akut dan Kronis

Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Saeroni, menjelaskan peluang pasien untuk lepas dari mesin sangat bergantung pada kondisi klinis masing-masing. Dokter akan melakukan asesmen mendalam untuk menentukan jenis kerusakan ginjal.

Pasien dengan Gangguan Ginjal Akut (GGA) memiliki peluang besar untuk sembuh total jika mendapat penanganan lebih awal. Sebaliknya, gangguan ginjal kronis umumnya menimbulkan kerusakan permanen sehingga pasien membutuhkan hemodialisis dalam jangka panjang.

“Kalau kondisi akut, kemungkinan bisa tidak tergantung lagi pada mesin hemodialisis. Namun kalau kronis, biasanya berlanjut,” jelas Saeroni.

Fasilitas Ruang Cuci Darah dan Daftar Tunggu Pasien

RSUD dr. Soedomo saat ini menyiagakan 31 unit mesin hemodialisis. Rumah sakit mengoperasikan seluruh mesin tersebut dalam dua shift setiap hari.

Fasilitas itu mampu melayani sekitar 60 pasien per hari. Rumah sakit juga menyiapkan satu mesin cadangan untuk kondisi gawat darurat.

Meski kapasitas layanan meningkat, daftar tunggu pasien hemodialisis masih mencapai 145 orang. Rumah sakit terus menambah fasilitas agar warga Trenggalek tidak perlu berobat ke luar daerah.

Rentang usia pasien juga cukup lebar. Bahkan, pasien termuda yang menjalani perawatan masih berusia 15 tahun.

Waspadai Dosis Obat dan Asupan Makanan Toksik

Saeroni mengingatkan masyarakat agar bijak mengonsumsi makanan maupun obat-obatan. Bahan yang bersifat nefrotoksik atau beracun bagi ginjal dapat merusak jaringan organ jika seseorang mengonsumsinya melebihi dosis.

Kebiasaan mengobati diri sendiri tanpa petunjuk medis juga dapat memperberat kerja ginjal. Karena itu, masyarakat perlu melakukan deteksi dini melalui tes darah dan urine sebelum gangguan berkembang menjadi kronis.

Kisah Rusnawati menunjukkan bahwa kedisiplinan dan penanganan tepat sejak awal dapat membuka peluang pasien untuk lepas dari ketergantungan mesin cuci darah.(CIA)

Views: 347