Ikuti Hari Jadi ke-832 Trenggalek Bersama Arumi Bachsin, Emil Dardak Perhatikan Pembangunan JLS

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idWakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membawa pesan penting soal arah pembangunan Trenggalek saat menghadiri puncak Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Senin (31/8/2026).

Emil datang bersama istrinya, Arumi Bachsin. Namun, kehadirannya tidak sekadar mengikuti prosesi adat dan perayaan hari jadi. Mantan Bupati Trenggalek itu justru menyoroti pekerjaan rumah pembangunan di kawasan pesisir selatan.

Menurut Emil, pembangunan Trenggalek harus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda. Ia tidak ingin anak-anak muda menjadikan perantauan sebagai satu-satunya pilihan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

“Perkembangan pesat hari ini harus membuka jalan bagi generasi muda Trenggalek untuk berkiprah lebih luas di tanah kelahirannya sendiri, tanpa harus pergi merantau jauh,” ujar Emil.

Pembangunan Jangan Menumpuk di Pusat Kota

Emil mengingatkan pemerintah agar tidak menumpuk pembangunan hanya di kawasan perkotaan. Wilayah pinggiran, termasuk pesisir selatan, juga membutuhkan infrastruktur yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kita harus terus meningkatkan pembangunan fasilitas di seluruh wilayah Trenggalek, bukan hanya menumpuknya di pusat ibu kota,” tegasnya.

Ia menilai kawasan pesisir selatan menyimpan potensi ekonomi yang besar. Namun, masyarakat masih membutuhkan konektivitas jalan yang memadai untuk mengembangkan potensi tersebut.

Jarak kawasan pesisir selatan dengan pusat pemerintahan Trenggalek bahkan bisa mencapai sekitar 40 kilometer. Kondisi geografis itu membuat pemerintah perlu memperkuat akses transportasi dan fasilitas publik.

Emil menempatkan Jalur Jalan Lintas Selatan atau JLS/Pansela sebagai salah satu kunci untuk membuka potensi tersebut.

“Kita terus memperjuangkan pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan. Kita ingin mewujudkan sarana pendukung yang membuat masyarakat pesisir bekerja lebih produktif, hingga muaranya meningkatkan kesejahteraan warga,” jelasnya.

Emil Ungkap Anggaran Pansela Rp18-Rp19 Miliar

Emil mengungkapkan Pemprov Jawa Timur menyiapkan anggaran sekitar Rp18 miliar hingga Rp19 miliar untuk membantu proses penyiapan lahan proyek Pansela.

Pemprov Jatim terus mendorong pembangunan jalur tersebut agar konektivitas pesisir selatan Jawa Timur semakin utuh.

Ruas dari arah Pacitan kini sudah tersambung hingga Kecamatan Panggul, Trenggalek. Pemerintah selanjutnya mengarahkan pembangunan konektivitas dari Panggul menuju Teluk Prigi.

Dari Prigi, jaringan tersebut akan berlanjut menuju Popoh, Tulungagung, kemudian mengarah ke kawasan Malang.

“Harapan besar kita, seluruh wilayah pesisir selatan—mulai dari Yogyakarta, Trenggalek, Blitar, hingga Malang—dapat terhubung secara utuh,” ungkap Emil.

Menurut Emil, konektivitas tersebut bukan sekadar memperpendek waktu tempuh. Jalan yang saling terhubung juga dapat mempertemukan potensi ekonomi antardaerah.

Ia menggambarkan kekuatan kawasan selatan seperti sapu lidi. Satu lidi mudah patah, tetapi ikatan banyak lidi jauh lebih kuat.

“Ibaratnya sapu lidi. Kalau lidi dipisah sendiri-sendiri, kita gampang mematahkan lidi itu. Tetapi jika kita mengikatnya jadi satu, ikatan itu menjadi sangat kuat,” ulas Emil.

Karena itu, Emil meyakini konektivitas antardaerah dapat menjadi modal penting untuk mengangkat perekonomian masyarakat pesisir.

“Jika kawasan selatan saling tersambung, insyaAllah potensi ekonomi warga di pesisir selatan juga akan melompat naik,” imbuhnya.(CIA)

Views: 9