TRENGGALEK, bioztv.id – Polemik dugaan manipulasi data pemain dalam aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) memasuki babak baru. Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, mengambil langkah langsung dengan mendatangi markas Shrimp Army Football Academy di Watulimo. Ia datang untuk menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya mengubah data pemain yang memicu konflik menjelang bergulirnya Piala Soeratin 2026.
Jajaran manajemen Shrimp Army, tim pelatih, dan perwakilan wali murid menyambut langsung kedatangan Bima. Mereka menerima permohonan maaf tersebut secara personal. Namun, manajemen Shrimp Army menegaskan polemik ini belum berakhir karena Askab PSSI Trenggalek sebagai institusi belum menyampaikan sikap resmi maupun keputusan organisasi.
Shrimp Army Tunggu Sikap Resmi Askab
Pemilik Shrimp Army Football Academy, Anjar Priadi Putra, mengapresiasi itikad baik Bima yang datang langsung ke markas tim. Meski demikian, ia meminta jajaran pengurus Askab segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi agar kasus serupa tidak kembali terulang.
“Mas Bima sudah mengutarakan penyesalan serta memohon maaf, dan kami menerima hal itu. Namun, kami memberikan maaf dengan catatan khusus bahwa Askab harus tetap melakukan evaluasi total,” ujarnya.
Anjar menilai kedatangan Bima mampu mencairkan hubungan secara personal. Namun, menurutnya, sengketa administrasi ini akan tetap menggantung apabila organisasi belum menerbitkan klarifikasi resmi dan menetapkan langkah pembenahan yang jelas.
“Kami masih menunggu sikap resmi Askab PSSI Trenggalek sebagai sebuah organisasi, agar kasus diskriminatif seperti ini tidak menimpa Shrimp Army maupun SSB lainnya di kemudian hari,” tegas Anjar Priadi Putra.
Orang Tua Pemain Soroti Dampak Psikologis
Perwakilan wali siswa pemain Shrimp Army kelompok usia U-10 dan U-17, Surati, juga menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai kesalahan administrasi Askab berdampak langsung terhadap kondisi psikologis anak-anak yang gagal mengikuti kompetisi resmi.
“Kami sebagai orang tua tentu sangat kecewa melihat anak-anak gagal bertanding karena masalah ini. Namun, karena perwakilan Askab menunjukkan itikad baik dengan datang langsung meminta maaf, kami sepakat untuk memaafkannya,” ungkap Surati.
Wali siswa SSB juga berharap agar Askab PSSI bisa lebih fokus memberkan pembinaan kepada SSB. Sehingga kedepan Trenggalek mampu melahirkan semakin banyak talenta sepakbola yang berkelas.
“Semoga Askab bisa bekerja lebih teliti, profesional, dan lebih aktif merangkul serta mendampingi seluruh SSB di Trenggalek,” ungkap Surati.
Admin Askab Akui Kesalahan
Sebelum mendatangi markas Shrimp Army, Bima Wahyu Romadoni lebih dulu mengakui bahwa dirinya mengubah data internal dan mencabut status sejumlah pemain dari akun SIAP milik Shrimp Army. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kesalahan pribadi akibat menggunakan kewenangannya sebagai admin tingkat kabupaten secara berlebihan.
“Saya mengakui kesalahan pribadi saya karena telah melangkah terlalu jauh dan mencampuri hak kedaulatan pengelolaan aplikasi SIAP milik klub. Saya secara sadar ikut andil mencabut status kepemilikan pemain serta mengutak-atik sejumlah proses administrasi internal Shrimp Army,” aku Bima.
Admin Askab Janji Serahkan Pengelolaan SIAP ke Klub
Sebagai bentuk komitmen memperbaiki tata kelola, Bima berjanji tidak lagi ikut campur dalam pengelolaan akun SIAP milik klub-klub lokal.
Ke depan, Bima juga akan menyerahkan sepenuhnya hak penginputan dan pengelolaan data pemain kepada masing-masing manajemen SSB. Organisasi hanya akan berperan sebagai pendamping teknis serta menggelar sosialisasi secara berkala agar setiap klub mampu mengelola administrasi SIAP secara mandiri, tertib, transparan, dan profesional.(CIA)
Views: 43

















