Puluhan Hewan Kurban di Trenggalek Terjangkit Cacing Hati, Petugas Minta Organ Rusak Dikubur

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id — Selama Idul Adha 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek menemukan sejumlah kasus cacing hati pada hewan kurban. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, petugas kesehatan hewan mencatat sedikitnya 34 ekor sapi dan 12 ekor kambing positif terinfeksi cacing hati (Fasciola hepatica).

Temuan yang terus merangkak naik ini membuat petugas mengetatkan pengawasan pemotongan hewan kurban di berbagai wilayah Trenggalek.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengungkapkan bahwa angka temuan ini masih berpotensi bertambah. Pasalnya, hingga kini tim medis masih terus menyisir lokasi penyembelihan.

“Data sementara hingga kemarin menunjukkan ada 34 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang terjangkit cacing hati,” ujar Ririn Hari Setiani saat memberikan konfirmasi resmi.

Guna mempercepat proses skrining, Disnakkan Trenggalek menerjunkan 18 tim ahli yang tersebar di 14 kecamatan. Tim ini bertugas memeriksa kesehatan hewan sebelum penyembelihan (ante mortem) serta kelayakan daging dan organ dalam setelah penyembelihan (post mortem).

Sejauh ini, petugas telah memeriksa ratusan hewan kurban dengan rincian populasi yang cukup besar.

“Kami sudah memeriksa 160 ekor sapi (110 jantan dan 50 betina), 572 ekor kambing (555 jantan dan 17 betina), serta 52 ekor domba (49 jantan dan 3 betina),” papar Ririn.

Panitia Wajib Mengubur Organ Hati yang Terinfeksi Cacing

Ririn memperingatkan panitia kurban agar tidak membuang organ hati yang terinfeksi cacing secara sembarangan. Petugas mendesak panitia langsung mengubur bagian hati yang rusak tersebut ke dalam tanah. Langkah tegas ini penting untuk mengantisipasi adanya warga yang mengambil kembali organ berbahaya itu karena tidak memahami risikonya.

“Kami khawatir jika panitia membuangnya ke tempat sampah, warga akan mengambilnya kembali setelah petugas meninggalkan lokasi. Karena itu, kami meminta panitia langsung menguburnya,” tegas Ririn.

Kendati demikian, Disnakkan mengimbau masyarakat Trenggalek agar tidak panik. Petugas menjamin daging hewan kurban tersebut tetap aman untuk warga konsumsi, asalkan panitia sudah memisahkan dan membuang bagian hati yang rusak.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, dagingnya tetap aman. Silakan konsumsi bagian daging lainnya, yang tidak boleh kita makan hanya organ hatinya saja,” jelasnya.

Seluruh Hewan Kurban Trenggalek Bebas PMK dan LSD

Di samping temuan cacing hati, tim Keswan membawa kabar baik terkait kondisi fisik hewan kurban tahun ini. Hasil pemeriksaan klinis memastikan seluruh hewan kurban di Trenggalek sehat dan bebas dari serangan penyakit menular berbahaya seperti. Diantaranya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

Ririn menjelaskan, infeksi cacing hati umumnya menyerang ternak karena pola pemberian pakan yang kurang tepat, seperti membiarkan sapi memakan rumput segar yang terkontaminasi telur cacing.

Ia menyarankan para peternak lokal untuk mengubah kebiasaan menaruh rumput segar langsung ke palungan. Sebaiknya, peternak menjemur rumput terlebih dahulu di bawah terik matahari agar telur cacing mati sebelum ternak melahapnya.

“Biasanya telur cacing menempel di pucuk rumput basah dan ikut tertelan oleh sapi. Solusinya, jemur dulu rumputnya sebelum memberikannya ke ternak,” sarannya.

Layanan Pemeriksaan Jemput Bola ke Masjid dan Mushala

Disnakkan Trenggalek menegaskan komitmennya untuk membantu panitia kurban. Petugas siap mendatangi masjid maupun mushala yang membutuhkan bantuan tim medis untuk memeriksa kelayakan daging kurban.

Layanan jemput bola ini sengaja dibuka demi memastikan seluruh daging kurban yang beredar benar-benar aman. Artinya, daging dipastikan sehat, utuh, dan halal (ASUH).

“Kami selalu siap menjalankan pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Jika ada pengurus masjid atau mushala yang mengirimkan permintaan, tim kami pasti langsung meluncur ke lokasi,” pungkas Ririn.(CIA)

Views: 5