TRENGGALEK, bioztv.id – Pengawasan ketat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek kembali membuahkan sanksi tegas. Hingga kini, Badan Gizi Nasional (BGN) menambah jumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhenti beroperasi menjadi empat unit.
Keputusan ini muncul setelah tim menemukan sejumlah pelanggaran standar fatal di dua dapur terbaru di Kecamatan Pogalan, yakni Yayasan Mulia Hiroku Gakkou di Desa Pogalan dan Yayasan Bamboe Future di Bendungan Srabah (Suren).
Fasilitas Tak Layak, Operasional Langsung Dihentikan
BGN menyetop operasional kedua dapur karena pengelola gagal memenuhi ketentuan dasar, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun fasilitas pendukung.
Yayasan Mulia Hiroku Gakkou belum memiliki tenaga ahli gizi yang kompeten. Sementara itu, Yayasan Bamboe Future mengoperasikan dapur dengan sarana dan prasarana yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, menegaskan pentingnya kualitas layanan dalam program ini.
“Kami menuntut kualitas yang semakin tinggi dari setiap SPPG. Pemenuhan standar, baik SDM maupun manajemen pengelolaan makanan, merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar,” tegas Sunarto.
Pengawasan Ketat, Pelanggaran Langsung Ditindak
Sunarto menjelaskan bahwa Satgas menerapkan sistem pengawasan berjenjang dengan melibatkan masyarakat, tim Satgas, dan instansi terkait. Setiap temuan pelanggaran langsung dilaporkan ke BGN untuk ditindaklanjuti.
“Jika pengelola tidak segera memperbaiki penyimpangan, kami akan memberi peringatan hingga menjatuhkan sanksi suspend atau penghentian sementara,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah melindungi kesehatan siswa sebagai penerima manfaat.
Empat Dapur Resmi Berhenti Operasi
Sebelumnya, dua dapur lain lebih dulu berhenti beroperasi akibat pelanggaran serupa, yakni Yayasan Ar Rahman di Kecamatan Watulimo dan Yayasan Al Mursyid di Kecamatan Pogalan.
Berikut daftar dapur yang kini berhenti beroperasi:
- Yayasan Mulia Hiroku Gakkou (Pogalan): beroperasi sejak 29 September 2025
- Yayasan Bamboe Future (Bendungan): beroperasi sejak 28 Oktober 2025
- Yayasan Al Mursyid (Pogalan): beroperasi sejak 1 November 2025
- Yayasan Ar Rahman (Watulimo): beroperasi sejak 2 November 2025
Ribuan Siswa Terdampak
Penghentian operasional ini berdampak langsung pada ribuan siswa yang sementara waktu tidak menerima layanan MBG. Satgas belum bisa mengalihkan distribusi ke dapur lain karena kapasitas dapur aktif sudah penuh.
“Penerima manfaat dari dapur yang kami suspend sementara ini tidak bisa mendapatkan MBG, karena dapur lain sudah penuh kapasitasnya,” ungkap Sunarto.
Kesempatan Perbaikan Masih Terbuka
Meski menghentikan operasional, BGN masih memberi peluang bagi pengelola dapur untuk kembali beroperasi. Namun, mereka harus melengkapi seluruh kekurangan dan lolos verifikasi ulang yang ketat.
Kasus ini menjadi evaluasi penting. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada jumlah dapur, tetapi juga pada kualitas layanan yang mampu menjamin keamanan pangan bagi anak-anak.(CIA)
Views: 91
















