Lulusan SMK di Trenggalek Masih Mendominasi Angka Pengangguran

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idData terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek menyingkap paradoks di pasar kerja lokal. Saat tingkat pengangguran secara umum menurun, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru mendominasi kelompok pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan.

BPS mencatat angkatan kerja Trenggalek pada Agustus 2025 mencapai 470.751 orang. Jumlah ini menyusut 12.146 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seiring dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun 2,41 persen poin menjadi 77,67 persen.

Ketua Tim Statistik Sosial BPS Trenggalek, Samsul Ma’arif, menegaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk usia kerja tidak otomatis mendorong penyerapan tenaga kerja.

“Penduduk usia kerja Trenggalek mencapai 606.110 orang pada Agustus 2025. Namun, hanya 470.751 orang yang aktif masuk dalam angkatan kerja, sementara sisanya berada di luar angkatan kerja,” jelas Samsul.

Lulusan SMK Paling Rentan Menganggur

BPS mencatat sebanyak 452.598 orang telah bekerja. Namun, angka tersebut turun 11.481 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Trenggalek masih menampung 18.153 pengangguran.

Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun tipis menjadi 3,86 persen, lulusan SMK justru mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni 8,93 persen. Angka ini jauh melampaui lulusan SMA umum (4,58 persen) dan lulusan pendidikan tinggi (4,25 persen).

“Kami melihat adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan riil pasar kerja. Kondisi ini membuat lulusan SMK paling rentan menganggur,” tegas Samsul.

Pertanian Kehilangan Tenaga Kerja, Industri dan Jasa Tumbuh

Perubahan besar juga terjadi pada struktur lapangan kerja. Sektor pertanian kehilangan 55.749 tenaga kerja dalam setahun terakhir. Sebaliknya, sektor manufaktur menambah 25.555 pekerja, sementara sektor jasa menyerap 18.713 tenaga kerja baru.

Secara proporsi, sektor pertanian masih menyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 38,22 persen. Sektor jasa menyusul dengan 34,05 persen, dan manufaktur mencapai 27,73 persen. Bahkan, sektor manufaktur melonjak 6,19 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, lonjakan industri ini belum mampu menyerap lulusan SMK secara optimal, meskipun sekolah kejuruan menyiapkan siswa untuk langsung masuk dunia kerja.

Pekerja Formal Bertambah, Mutu SDM Jadi Tantangan

BPS mencatat kabar positif dari sisi status pekerjaan. Jumlah pekerja formal meningkat menjadi 123.507 orang atau setara 27,29 persen dari total pekerja. Kenaikan 2,20 persen poin ini dipicu oleh bertambahnya buruh/karyawan tetap dan tenaga kerja di sektor industri.

Meski demikian, kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Lulusan SD ke bawah masih mendominasi pasar kerja dengan porsi 39,46 persen. Sementara itu, lulusan SMK hanya menyumbang 12,70 persen dari total penduduk bekerja.(CIA)

Views: 32