TRENGGALEK, bioztv.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan sekadar rutinitas politik lima tahunan. Di level akar rumput, kontestasi ini mempertaruhkan relasi keluarga hingga pertemanan. Menyadari tingginya tensi sosial tersebut, DPC PKB Trenggalek memilih melangkah tenang namun penuh perhitungan dalam menyongsong Pilkades Serentak 2027.
Partai berlambang bola dunia ini menegaskan sikap tidak ingin terburu-buru menentukan arah dukungan. PKB Trenggalek bersikap sangat hati-hati agar keputusan politik partai tidak memicu konflik horizontal berkepanjangan di tingkat desa.
Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menjelaskan bahwa dinamika Pilkades memiliki karakter yang jauh berbeda dibanding Pemilu Legislatif maupun Pilkada. Kedekatan emosional antarwarga desa membuat setiap gesekan politik meninggalkan dampak sosial dalam jangka panjang.
“Pilkades ini sangat sensitif. Jika kami salah melangkah, dampaknya bisa menjadi bumerang. Niat baik partai justru berisiko menciptakan musuh baru di tengah warga desa,” ujar Sukarodin.
Beri Ruang Kader, PKB Tetap Jaga Harmoni Desa
Meski bersikap waspada, PKB tetap membuka ruang bagi kader potensial yang ingin maju sebagai calon kepala desa. Partai memberi kesempatan kader untuk berkontestasi, sembari menyiapkan mekanisme evaluasi internal yang ketat sebelum mengambil sikap resmi organisasi.
“Kami mempersilakan kader PKB untuk berkompetisi. Setelah itu, kami akan mengevaluasi secara mendalam untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelas Sukarodin.
Menurutnya, sikap tersebut bukan bentuk keraguan, melainkan upaya partai menjaga keseimbangan antara ambisi politik dan stabilitas sosial masyarakat desa.
Evaluasi Jadi Penentu: Gas Pol atau Tahan Langkah
PKB Trenggalek menjadikan hasil evaluasi internal sebagai penentu utama tingkat keterlibatan partai. PKB menegaskan tidak akan memaksakan diri turun penuh jika intervensi politik justru berpotensi merugikan atau memicu gesekan yang tidak perlu.
“Intervensi kami tentu bertahap. Jika evaluasi menunjukkan PKB perlu hadir secara all out, maka kami akan mengerahkan kekuatan penuh. Sebaliknya, jika hasilnya tidak menguntungkan, kami bisa menarik kader atau mengusung figur lain yang secara politik lebih aman,” terangnya.
Melalui strategi ini, PKB berupaya menjaga daya tawar politik tanpa harus menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.
Strategi Fleksibel ala PKB: Usung Figur yang Diterima Publik
Dengan gaya bicara lugas, Sukarodin menganalogikan strategi Pilkades layaknya aktivitas berdagang. Ia menekankan pentingnya sikap realistis dalam menentukan figur yang diusung.
“Jika kader kita, bahasa kasarnya, ‘kita jual’ tapi tidak laku di pasar, maka lebih baik kita tawarkan figur lain yang memang diminati masyarakat. Yang penting PKB tetap diuntungkan dan tidak muncul masalah baru,” tegasnya.
Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas strategi PKB Trenggalek. Partai tetap memberi ruang kader, namun secara simultan menjaga citra dan harmoni desa agar tidak terjebak konflik politik yang melelahkan.
Menjelang Pilkades Serentak 2027, sikap PKB Trenggalek menyampaikan pesan tegas: dalam politik desa, membaca situasi dan menunggu momentum sering kali jauh lebih bijak daripada menyerang terlalu dini—demi desa tetap rukun dan partai tetap untung.(CIA)
Views: 33

















