TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek merilis hasil uji laboratorium terkait kasus makanan berbau menyengat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) memastikan sampel makanan tersebut tidak mengandung bakteri Escherichia coli (E. Coli).
Meski demikian, Dinkes meminta masyarakat tetap waspada. Dinkes menilai masih ada risiko keberadaan bakteri patogen lain yang belum terdeteksi karena keterbatasan fasilitas uji laboratorium di daerah.
SD Inovatif Kembalikan 400 Porsi MBG
Kasus ini bermula saat SD Inovatif Trenggalek mengembalikan sekitar 400 porsi paket MBG yang dikirim dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngantru 3 pada Kamis (5/2/2026). Pihak sekolah menolak makanan tersebut setelah mencium bau tidak sedap menyengat saat paket tiba di sekolah.
Kekhawatiran orang tua siswa langsung mendorong reaksi cepat dari petugas kesehatan.
“Kami memiliki tim pengawasan MBG. Begitu wali murid menyampaikan laporan, tim langsung mendatangi SPPG Ngantru 3 untuk melakukan inspeksi mendadak,” ujar Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Sunarto, Jumat (7/2/2026).
Tim Minta Dapur Hentikan Aktivitas Memasak
Saat tim Dinkes tiba di lokasi, pengelola dapur masih melanjutkan proses memasak untuk distribusi sesi kedua. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, petugas menemukan sejumlah catatan serius terkait kebersihan dan sanitasi dapur.
“Kami menemukan beberapa persoalan penting. Demi keselamatan penerima manfaat, kami langsung meminta pengelola menghentikan proses memasak sesi tersebut,” tegas Sunarto.
Selain itu, Dinkes juga memerintahkan penarikan kembali makanan yang terlanjur dikirim ke sekolah lain. Langkah ini bertujuan mencegah potensi gangguan kesehatan pada siswa.
Negatif E. Coli Tak Menjamin Keamanan Pangan
Sunarto menjelaskan bahwa Labkesda Trenggalek hanya mampu mendeteksi bakteri E. Coli melalui metode pembiakan. Karena itu, ia menegaskan bahwa hasil negatif tidak serta-merta menjamin makanan aman dikonsumsi, terutama jika kondisi fisik makanan sudah bermasalah.
“Hasilnya memang negatif E. Coli, tetapi ini bukan jaminan mutlak. Masih ada potensi bakteri lain seperti Staphylococcus, Shigella, atau Salmonella yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan di laboratorium rujukan, misalnya di Surabaya,” jelasnya.
Dinkes Duga Ayam Tak Segar Jadi Sumber Masalah
Berdasarkan hasil investigasi awal dan keterangan juru masak, Dinkes menduga bau menyengat tersebut berasal dari bahan baku ayam yang tidak segar.
“Aroma itu bukan bau ayam matang, melainkan bau anyir dari bahan bermasalah. Juru masak mengakui ayam yang mereka terima sudah tidak segar, tetapi tetap mereka olah,” ungkap Sunarto.(CIA)
Views: 26

















