TRENGGALEK, bioztv.id – Niat berwisata berubah menjadi momen mencekam. Rombongan keluarga asal Jombang mengalami kecelakaan setelah mobil yang mereka tumpangi terjun ke jurang sedalam 20–30 meter di jalur alternatif menuju Pantai Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Rabu pagi (17/12/2025). Pengemudi diduga salah memilih rute berdasarkan aplikasi navigasi digital, lalu kehilangan kendali setelah rem kendaraan tidak berfungsi optimal di turunan tajam.
Wakapolsek Watulimo, Ipda Bambang Prasetyo Basuki, membenarkan kecelakaan tunggal tersebut. Insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di tikungan terakhir Apak Broto, ruas Jalan Alternatif Prigi–Gemaharjo (Kaligereng).
“Pengemudi Toyota Avanza mengalami kendala pada sistem pengereman saat melintas di turunan tajam dan berbelok ke kiri. Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali dan kendaraan masuk ke jurang,” ujar Ipda Bambang.
Turunan Curam dan Rem Gagal Kendali
Saat kejadian, cuaca cerah, permukaan jalan kering, dan arus lalu lintas relatif sepi. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi AG-1842-PX melaju dari arah timur ke barat dengan membawa enam penumpang, termasuk dua anak-anak.
Ipda Bambang menjelaskan, kontur jalan di lokasi kejadian menurun tajam dan berbelok ekstrem. Ketika sistem rem tidak bekerja optimal, pengemudi Deni Lastika (37) tidak mampu mengendalikan laju kendaraan, sehingga mobil meluncur dan jatuh ke jurang.
Petugas segera mengevakuasi seluruh penumpang dan membawa mereka ke Puskesmas Watulimo untuk mendapatkan perawatan medis. Para korban mengalami luka ringan berupa memar, lecet, dan luka akibat benturan.
Seluruh Penumpang Selamat, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Korban luka ringan terdiri dari pengemudi Deni Lastika (37), Sutikno (65), Sulastri (61), serta dua anak berusia 8 tahun dan 3 tahun. Kepolisian memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Polisi Tekankan Faktor Pengemudi dan Risiko Navigasi Digital
Berdasarkan pemeriksaan awal, kepolisian menyimpulkan faktor manusia berperan besar dalam kecelakaan ini. Polisi menilai kondisi kendaraan masih layak jalan, sementara cuaca dan kondisi jalan tidak menjadi penyebab utama.
“Cuaca cerah dan kondisi jalan baik. Namun pengemudi kurang cermat saat melintas di jalur ekstrem ini. Kami juga menduga pengemudi mengikuti rute dari navigasi digital tanpa memahami karakter medan,” tegas Ipda Bambang.
Polisi mengingatkan wisatawan agar tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi digital, terutama saat memasuki jalur alternatif dengan turunan curam dan tikungan tajam di kawasan pesisir selatan Trenggalek.
“Kami mengimbau pengemudi lebih waspada, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta bertanya kepada warga atau petugas setempat jika ragu dengan rute perjalanan,” pungkasnya.
Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menangani kecelakaan ini di Polres Trenggalek. Insiden ini menjadi peringatan serius bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan wisata Pantai Prigi.(CIA)
Views: 230

















