PKB Trenggalek Kembali Gelar Mujahadah Qosidah Burdah, Perkuat Soliditas dan Doa Kebangsaan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Suasana teduh menyelimuti Kantor DPC PKB Trenggalek pada Selasa (2/12/2025) pagi. Puluhan tokoh agama dan masyarakat dari berbagai kecamatan melantunkan shalawat dan Qasidah Burdah secara khusyuk. Mereka hadir bukan untuk seremoni politik, melainkan untuk menyatukan doa demi keselamatan bangsa, terutama keluarga besar PKB.

Rois Syuriah PCNU Trenggalek, KH Ali Mastur, memimpin langsung acara bertajuk “Mujahadah Qosidah Burdah PKB” tersebut. Setidaknya 55 tokoh hadir dari 14 kecamatan se-Trenggalek, meliputi para kiai, pengurus PAC PKB, dan tokoh masyarakat Nahdliyin.

Ijtihad Spiritualitas di Tengah Dinamika Politik

Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa mujahadah ini menghadirkan ruang spiritual untuk menguatkan perjuangan politik yang santun dan berkeadaban.

“Alhamdulillah, kami bisa menyelenggarakan Mujahadah Qosidah Burdah di DPC PKB Trenggalek. Kami menghadirkan Rois Syuriah PCNU Trenggalek serta para kiai dan tokoh masyarakat. Tujuannya jelas, agar warga PKB mendapatkan kekuatan, kesehatan, dan kesatuan,” ujar Sukarodin usai kegiatan.

Sukarodin juga mendoakan Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar.

“Kami memohon agar Gus Muhaimin diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan untuk terus membersamai perjuangan PKB demi mewujudkan Indonesia yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” lanjutnya.

Ritual NU yang Mengakar Kuat di Basis Tradisi

Warga NU menjalankan tradisi Mujahadah Qosidah Burdah secara turun-temurun dan meyakini syair karya Imam Al-Bushiri ini membawa ketenangan batin serta doa keselamatan.

Dalam konteks PKB, kegiatan ini menyatukan komitmen kebangsaan dengan spiritualitas. Para kader tidak hanya mengejar kemenangan politik, tetapi juga menjaga perjuangan tetap berpijak pada doa dan keberkahan.

Mengakar hingga Akar Rumput, Menjaga Soliditas Kader

Dengan mengundang tokoh hingga tingkat kecamatan, PKB Trenggalek memastikan visi kebangsaan yang religius tetap membumi di akar rumput. Kegiatan ini menjadi simbol soliditas kader menjelang dinamika politik yang semakin kompleks.

Sukarodin juga menjelaskan, melalui doa dan ikhtiar ini pihaknya berharap mampu melahirkan gerakan kader yang semakin kuat dalam melayani masyarakat.

“Kami ingin setiap langkah PKB selalu berlandaskan keberkahan dan keselamatan bersama, bukan hanya kepentingan sesaat.” ungkapmnya.

Doa sebagai Napas Perjuangan PKB

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang menggema lirih namun penuh keyakinan. Para tamu undangan khusuk mengalunkan shalawat dan doa. Harapannya agar masyarakat Trenggalek tetap rukun dan bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan.

PKB Trenggalek memilih jalan spiritual di tengah gemuruh politik. Bagi mereka, doa menjadi napas perjuangan, bukan sekadar pelengkap acara.(CIA)

Views: 16