TRENGGALEK, bioztv.id – Upaya meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Trenggalek memasuki babak baru. Pemerintah pusat bersama tokoh daerah kini mendorong percepatan sektor ini lewat digitalisasi promosi wisata, sehingga pelaku wisata tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan fisik destinasi.
Dua kementerian menunjukkan keseriusan itu dengan menggelar pelatihan digital yang waktunya hampir bersamaan. Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah melihat Trenggalek sebagai daerah berpotensi besar yang bisa melonjak jika ekosistem digitalnya kuat.
Anggota DPR RI Dapil VII Jatim, Novita Hardini SE., ME., menjadi penggerak utama gerakan digitalisasi ini. Dalam sepekan, ia menggandeng dua kementerian untuk memberikan pelatihan digital kepada pelaku wisata, kreator konten, event organizer, dan masyarakat umum di Trenggalek. Novita ingin memastikan kebangkitan wisata terjadi lewat transformasi digital yang masif.
Menggerakkan Ekonomi Kreatif Trenggalek
Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Generasi Melek Digital (Genmatic) menggelar pelatihan di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada Minggu (16/11). Program ini membekali kreator, pelaku bisnis digital, dan generasi muda agar mereka siap bersaing di industri kreatif.
Pada waktu hampir bersamaan, Kementerian Pariwisata RI menyelenggarakan pelatihan promosi event nasional berbasis digital di Hotel Hayam Wuruk. Pelatihan ini memperkuat kemampuan promosi digital bagi pelaku ekonomi kreatif, media, event organizer, hingga komunitas lokal.
Novita: Wisata Trenggalek Harus Menang di Ranah Digital
Novita Hardini menginisiasi dua pelatihan tersebut dan menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak jika Trenggalek ingin naik kelas dalam peta wisata Jawa Timur.
“Tujuan utamanya tentu menguatkan ekosistem promosi pariwisata dan potensi pendapatan bagi anak-anak daerah yang bergelut di sektor kreatif,” ujar Novita.
Ia menegaskan bahwa pelaku event, kreator konten, dan pengelola wisata harus meninggalkan pola promosi konvensional.
“Dulu kita mencetak poster dan menempel di mana-mana. Sekarang kita wajib bertransformasi ke digital. Media sosial itu ada rumusnya: bagaimana agar dilihat, diklik, dan dibeli. Ilmu itu yang kami bagikan hari ini,” tegasnya.
Novita juga mendorong industri kreatif agar terhubung dengan kekayaan alam Trenggalek.
“Saya ingin teman-teman event organizer memanfaatkan desa wisata, spot wisata, hingga kerja sama antarkabupaten. Langkah ini bisa membuka banyak lapangan kerja dan membantu bupati mengejar peningkatan PAD sektor pariwisata,” tambahnya.
Strategi Mas Ipin: Rumus Bisa Jadi Viral
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) yang mendampingi istrinya menegaskan bahwa digitalisasi menjadi pilar penting dalam membangkitkan pariwisata daerah.
“Rumusnya itu harus ada kata ‘miris’. Misalnya ‘miris secantik ini kok tidak dikunjungi’. Itu pasti banyak yang mengeklik,” ujarnya sambil mencontohkan gaya narasi yang disukai algoritma.
Mas Ipin menjelaskan bahwa pemerintah daerah mengambil risiko fiskal dengan memperlebar defisit dan mengalihkan fokus belanja ke sektor pariwisata.
“Pariwisata punya multiplier effect. Tapi aktivasi destinasi butuh rumus: akses transportasi, aktivitas, dan event. Kami melibatkan kreator event supaya tempat yang dibangun APBD bisa hidup,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa ketika ekonomi bergerak, konsumsi masyarakat naik dan PAD meningkat. Pendapatan yang kuat kemudian membiayai layanan dasar mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga jaminan sosial.
Momentum Bandara Dhoho dan Jalan Tol Harus Diambil
Mas Ipin menyebut bahwa peluang Trenggalek sebagai wajah selatan Jawa semakin terbuka setelah Bandara Dhoho Kediri beroperasi dan rencana jalan tol mendekat.
“Momentum ini harus kita ambil. Konten kreator, pelaku wisata, dan event organizer harus menciptakan ekosistem promosi yang terhubung: destinasi, atraksi, sampai revitalisasi,” tegasnya.
Pemerintah daerah kini memfokuskan pembangunan pada wilayah yang dekat bandara dan calon trase tol, terutama kawasan Watulimo. Pemerintah juga mengembangkan potensi sejarah seperti Dilem Wilis dengan pendekatan energi terbarukan.
Melengkapi pernyataan Bupati, Novita Hardini menegaskan bahwa masyarakat harus ikut bergerak bersama.
“Itu semua tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh masyarakat menarasikan, menyebarkan, dan terlibat langsung sebagai pelaku,” tutupnya.(CIA)
Views: 33

















