Muncul Kapal Besar Pertamina Teliti Migas di Laut Trenggalek, Rumpon Nelayan Jadi Korban

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Selama sepekan terakhir, nelayan di pesisir selatan Trenggalek melihat kapal besar yang berulang kali melintas di laut lepas. Setelah mereka menelusuri, kapal tersebut ternyata milik tim Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang yang melakukan survei seismik laut 2D untuk memetakan potensi minyak dan gas bumi (migas) di perairan selatan Jawa Timur.

Tim Pertamina menjalankan kegiatan pemetaan ini selama dua bulan, mulai akhir Oktober hingga Desember 2025. Wilayah survei mencakup kawasan luas dari Pacitan hingga Lumajang, termasuk laut Trenggalek.

Dinas Perikanan Trenggalek Benarkan Aktivitas Kapal Besar

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, membenarkan aktivitas kapal besar yang nelayan lihat di kawasan Munjungan dan Watulimo.

“Pertamina Hulu Energi Jambi Merang melakukan survei seismik 2D untuk menggali potensi migas di laut selatan Jawa Timur. Jalurnya membentang dari Pacitan sampai Lumajang, termasuk perairan Trenggalek,” ujar Cusi.

Kapal Discover Booth Lakukan Survei, Nelayan Harus Singkirkan Rumpon

Cusi menjelaskan bahwa tim survei menggunakan kapal besar bernama Discover Booth. Kapal ini menarik dua kapal pendukung untuk menjelajahi area laut sesuai jalur pemetaan. Ketiga kapal tersebut bergerak bolak-balik merekam data bawah laut dengan memanfaatkan gelombang suara (seismik).

“Kapal akan melintasi jalur tertentu. Jika nelayan memasang rumpon di jalur itu, mereka harus memindahkannya agar tidak mengganggu proses survei,” jelas Cusi.

Langkah pembersihan rumpon ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan nelayan, karena sebagian besar tangkapan mereka bergantung pada alat tersebut. Namun, Pertamina berjanji memberikan kompensasi bagi nelayan yang terdampak.

“Pertamina dan nelayan sudah menyepakati mekanisme kompensasi. Jika ada rumpon yang rusak atau tidak bisa digunakan, nelayan akan menerima ganti rugi sesuai perhitungan,” tambahnya.

Trenggalek Punya Potensi Migas Besar, Nelayan Butuh Perlindungan

Meskipun laut selatan Trenggalek menyimpan potensi migas besar, Cusi menegaskan bahwa eksplorasi tidak boleh merugikan nelayan.

Ia memperkirakan sebanyak 100 hingga 200 rumpon nelayan berpotensi terdampak di wilayah Panggul, Munjungan, dan Watulimo.

“Kami ingin survei berjalan lancar, tapi nelayan juga harus mendapat perlindungan. Jangan sampai kegiatan industri merugikan mereka,” tegasnya.

Cusi menjelaskan bahwa survei seismik 2D ini baru tahap awal eksplorasi. Jika hasilnya positif, Pertamina akan melanjutkannya ke survei 3D untuk pemetaan yang lebih detail sebelum tahap pengeboran.

“Pertamina melakukan pemetaan ini karena menemukan indikasi potensi migas. Namun, prosesnya panjang. Setelah survei 2D, mereka akan berlanjut ke survei 3D, dan keseluruhan tahapan bisa memakan waktu tiga hingga empat tahun,” pungkasnya.(CIA)

Views: 109