Terbitkan SE, Bupati Trenggalek Ultimatum Dapur MBG: Perbaiki Kualitas atau Ditutup

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali jadi sorotan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 1813 Tahun 2025 yang berisi instruksi tegas agar seluruh dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjaga kualitas layanan.

Dalam surat itu, bupati yang akrab disapa Mas Ipin menegaskan bahwa program MBG harus berjalan aman, bermutu, dan akuntabel sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Pokoknya perbaiki atau saya usulkan ditutup. Saya sudah kantongi semua data keluhan,” tegas Mas Ipin melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/10/2025).

Mas Ipin Tegaskan Lima Instruksi untuk SPPG

Bupati merinci lima poin utama yang wajib dipatuhi seluruh SPPG di wilayah Trenggalek:

  1. SPPG harus memenuhi standar keamanan pangan, mulai dari higienis, sanitasi, hingga standar gizi.
  2. SPPG wajib menyusun dan melaksanakan SOP agar distribusi makanan lebih terukur.
  3. SPPG harus membuka akses pengaduan publik yang mudah masyarakat gunakan.
  4. Pemkab akan mengevaluasi setiap SPPG yang melanggar ketentuan.
  5. Jika SPPG gagal memperbaiki layanan setelah evaluasi, bupati akan mengusulkan penutupan, baik sementara maupun permanen, melalui rekomendasi ke BGN.

Ultimatum Penutupan untuk Jaga Mutu

Program MBG merupakan agenda strategis nasional yang lahir dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Tujuannya memperbaiki gizi generasi muda lewat penyediaan makanan sehat di sekolah.

Namun, berbagai keluhan soal kualitas makanan di sejumlah daerah, termasuk Trenggalek, memperlihatkan adanya persoalan serius, mulai dari menu yang dianggap tidak layak hingga dapur yang belum memiliki sertifikat higienis. Arifin menegaskan pemerintah tidak akan main-main.

“Kalau ada SPPG yang tidak sesuai, kami usulkan ke BGN untuk diberhentikan. Tujuannya agar program benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Tantangan: Jaga Kualitas, Bukan Hanya Kuantitas

Polemik seputar MBG di Trenggalek memperlihatkan bahwa transparansi pengelolaan menjadi kunci keberhasilan program ini. Tantangan terbesar pemerintah daerah adalah memastikan dapur MBG tidak hanya memenuhi target jumlah penerima, tetapi juga memberikan makanan layak, sehat, dan aman bagi anak-anak sekolah.(CIA)

Views: 89