Kecerobohan PLN Trenggalek Salah baca Meter, Tagihan Listrik EO Event E-Kraf Bengkak

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Perayaan Hari Jadi ke-831 Kabupaten Trenggalek melalui Gebyar Ekonomi Kreatif (E-Kraf) meninggalkan cerita pahit bagi penyelenggaranya. Alih-alih puas dengan suksesnya acara, Direktur EO One Rich Vision, Lellyana Arine Kamiswari, justru menghadapi tagihan listrik yang membengkak hampir dua kali lipat. Kondisi ini akibat dugaan kecerobohan pihak PLN Trenggalek.

Awalnya, tim EO memperkirakan pemakaian listrik selama 17 hari acara hanya sekitar Rp15–16 juta. Namun setelah event selesai, PLN menagih lebih dari Rp28 juta.

Kronologi Salah Baca Meter Terbongkar

Lellyana langsung mengajukan komplain karena ia menilai tagihan itu tidak wajar. Sayangnya, PLN justru merespons di luar harapan.

“Manajer PLN malah bersikukuh angka tagihan sudah benar. Bahkan ada pernyataan akan melaporkan saya ke pemda jika tidak segera membayar, seolah saya tidak bertanggung jawab,” ungkap Lellyana, Rabu (3/9/2025).

Tidak lama setelah Lellyana keluar dari kantor PLN, seorang petugas lapangan menghubungi tim EO dan mengakui telah salah membaca meter. Petugas mencatat angka 1553, padahal seharusnya 7553. Kesalahan itu membuat tagihan membengkak drastis.

“Setelah petugas mengoreksi catatan, jumlah tagihan kembali sesuai perhitungan awal, yakni sekitar Rp16 juta,” jelas Lellyana.

Konsumen Bisa Jadi Korban Kecerobohan

Manager lapangan EO One Rich Vision, Rafiq Susilo menjelaskan, kasus ini bukan sekadar kesalahan administrasi, melainkan kecerobohan fatal yang bisa merugikan banyak pihak. Khususnya konsumen sebagai pelanggan PLN.

“Kalau kami tidak teliti, PLN bisa saja memaksa kami membayar tagihan yang bukan hak mereka. Ini preseden buruk dan rawan dimainkan kalau tidak ada evaluasi serius,” tegasnya.

Ia menilai PLN sebagai BUMN seharusnya memberikan pelayanan profesional, akurat, dan transparan, bukan justru merugikan konsumen. EO One Rich Vision pun meminta PLN mengevaluasi sistem pencatatan meter agar kasus serupa tidak terulang serta memberikan jaminan perlindungan bagi pelanggan.

“Kami tetap berkomitmen membayar sesuai pemakaian nyata. Tapi kami juga akan terus bersuara jika ada praktik yang merugikan masyarakat,” ungkap Rafiq.

Rafiq juga mendesak pihak manager PLN Trenggalek meminta maaf secara terbuka atas kecerobohan ini. Pasalnya, sesuai keterangan petugas lapangan PLN Trenggalek, menyetakan jika terjadi salah baca meter.

“Dampaknya ya jelas tagihan membengkak hingga dua kali lipat,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, beluma da keterangan resmi dari PLN Trenggalek.(CIA)

Views: 244