Trauma Korban Longsor Depok Trenggalek, Ceritakan Detik-Detik Longsor Hilangkan 6 Warga

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Bencana longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, meninggalkan duka mendalam. Wiwit Wijayanti, salah satu korban selamat, masih trauma. Ia teringat detik-detik tebing ambrol dan menghantam rumah warga.

Kejadian berlangsung Senin, 19 Mei 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Hujan deras mengguyur kawasan pegunungan sejak siang hingga sore hari.

“Awalnya itu saya dengar suara ‘gletok-gletok’ dari pohon-pohon sekitar rumah,” cerita Wiwit, Selasa (20/5/2025). “Tiba-tiba saja longsor turun, tebing ambrol langsung menghantam rumah-rumah di bawah,” tambahnya.

Enam penghuni rumah dinyatakan hilang. Mereka diduga kuat tertimbun longsor. Tiga rumah di bawah tebing rata dengan tanah. Sejumlah rumah lain mengalami kerusakan parah.

Wiwit menjelaskan, sebelum kejadian, dua dari enam korban hilang sedang membuat saluran air di lokasi. Keduanya sempat berusaha lari menyelamatkan diri. Namun, mereka ikut hilang setelah longsor menutup area tersebut.

“Longsor di sini baru kali ini terjadi,” imbuhnya. “Dulu-dulu nggak pernah ada longsor sebesar ini,” katanya.

Sejak musibah itu, sebagian besar warga Dusun Kebonagung mengungsi ke lokasi lebih aman. Wiwit sendiri sementara tinggal di sekitar balai desa. Namun, hingga hari ketiga pasca bencana kemarin, bantuan logistik belum sepenuhnya ia terima. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia masih memasak sendiri dengan peralatan seadanya.

“Saya masak sendiri tiap hari, karena juga belum ada bantuan makanan,” kata Wiwit. “Listrik di sini juga dimatikan sejak kejadian,” tambahnya.

Enam warga yang hilang berasal dari satu keluarga besar. Mereka tinggal di tiga rumah yang saling berdekatan. Keenam korban tersebut adalah Mesenim (90), Nitih (36), Tulus (65), Yatini (50), Yatiem (70), dan seorang balita bernama Torik (2).

Hingga kini, tim SAR gabungan, Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus mencari korban hilang. Dari enam korban, dua berhasil ditemukan pada Kamis, 22 Mei 2025 sore. Tim SAR gabungan akan melanjutkan proses pencarian dan evakuasi pada Jumat, 23 Mei 2025.(CIA)

Views: 145