TRENGGALEK, bioztv.id – Kabupaten Trenggalek tengah bersiap memasuki babak baru pembangunan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin alias Mas Ipin, menegaskan komitmennya mengejar pembangunan adil dan makmur. Bukan sekadar jargon, Bupati muda ini menyebut, infrastruktur layak bukan cuma urusan satu dinas, tapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen pemerintah daerah.
“Adil itu bukan hanya soal pemerataan jalan atau jembatan, tapi soal keadilan dalam belanja publik. Jalan harus bagus bukan tugas PUPR saja, ini tugas semua OPD,” tegas Mas Ipin.
Menurutnya, visi besar Trenggalek lima tahun ke depan adalah mewujudkan daerah dengan infrastruktur merata, ketahanan pangan kuat, dan lingkungan hidup yang lestari. Semua itu ditempuh lewat konsep pembangunan regeneratif dan inklusif.
Mas Ipin mengingatkan, krisis iklim dan ketimpangan akses pembangunan bisa jadi bom waktu jika tidak segera ditangani serius. Termasuk soal irigasi dan sumber air untuk mendukung swasembada pangan.
“Kalau irigasi belum dibangun, kita siapkan infrastruktur airnya. Enggak bisa bikin sumur? Ya kita ciptakan sawah hemat air, seperti yang sudah kami uji coba,” bebernya.
Dalam kerangka RPJMD kali ini, Trenggalek mengadopsi tiga pilar utama: ekonomi, lingkungan hidup, dan kualitas hidup masyarakat. Mas Ipin mencontohkan, pembangunan ekonomi harus regeneratif. Artinya, bisa diwariskan dan tidak merusak.
“Dapat sekarang, rusak besok, itu bukan regeneratif. Kita ingin hasil pembangunan hari ini bisa dirasakan anak cucu,” katanya.
Lebih jauh, soal kualitas hidup, Mas Ipin menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan, kesejahteraan ekonomi, dan ketenangan batin.
“Otaknya penuh, dompetnya penuh, hatinya juga penuh. Banyak orang pintar, uangnya banyak, tapi hatinya kosong. Kita ingin orang Trenggalek hidup tenang, betah di daerah sendiri, merasa bersyukur lahir di sini,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, gagasan Presiden Prabowo Subianto soal koperasi desa Merah Putih jadi inspirasi bagaimana ekonomi rakyat harus dikerjakan secara kolektif dan berbasis gotong royong.
“Makanya di Trenggalek, semua OPD harus bisa bergeser anggarannya kalau ada kepentingan infrastruktur yang lebih urgen. Itu namanya visi kolektif,” tandasnya.
Mas Ipin berharap, lima tahun pertama periode ini jadi momentum untuk membuktikan bahwa janji pembangunan bukan sekadar wacana.
“Kalau kita masih jalan di tempat, ya target 2045 tinggal mimpi. Sekarang saatnya gaspol, jangan hanya rencana, tapi aksi nyata,” pungkasnya.(CIA)
Views: 6
















