TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama pemerintah pusat bersiap menghadirkan lompatan baru dalam akses pendidikan. Bukan hanya sekadar pembangunan sekolah, tapi sebuah konsep inklusif bernama Sekolah Rakyat yang didesain khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin.
Lokasi sekolah rakyat di kabupaten Trenggalek bukan lagi di pusat kota, melainkan di kawasan pegunungan, tepatnya di kawasan Dilem Wilis, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan. Wilayah yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kita ingin membuka sekat ketimpangan pendidikan. Kawasan Bendungan memang perlu dioptimalkan, dan Sekolah Rakyat ini jadi pintu masuknya,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto.
Sekolah Gratis, Khusus untuk Anak Berprestasi dari Keluarga Miskin
Berbeda dari sekolah unggulan yang sering kali berbiaya mahal, Sekolah Rakyat ini 100 persen dibiayai oleh negara. Mulai dari biaya pembangunan gedung hingga operasional nantinya ditanggung melalui anggaran pusat (APBN).
“Konsepnya sama seperti Taruna Nusantara, tapi tanpa pungutan. Kami ingin menjaring anak-anak cerdas dari keluarga tidak mampu, agar bisa mengakses pendidikan terbaik tanpa beban biaya,” jelas Edy.
Sekolah ini akan dibuka mulai jenjang SMP dan SMA. Untuk tahap awal, direncanakan ada tiga rombongan belajar (rombel) SMP dan empat rombel SMA, masing-masing berisi maksimal 25 siswa.
Bangunan dari APBN, Lahan Disiapkan Pemkab
Menurut Edy, Trenggalek telah masuk dalam tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat. Kementerian Sosial melalui Sentra Kartini Temanggung dan Balai Besar Permukiman Jawa Timur telah meninjau lokasi. Bahkan, pihaknya bersama OPD terkait juga telah mengikuti klarifikasi dokumen di Jakarta.
“Lahannya sudah kita siapkan. Hak pakai pemerintah daerah akan dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. MOU-nya nanti ditandatangani langsung oleh Presiden bersama kepala daerah,” tegasnya.
Bukan Hanya Sekolah, Tapi Cikal Bakal Kawasan Pendidikan Baru
Pemerintah daerah tidak ingin berhenti hanya di Sekolah Rakyat. Kawasan Dompyong, Dilem Wilis, juga akan disiapkan menjadi pusat pendidikan terpadu. Bahkan, disebut-sebut akan dibangun kampus cabang dari UIN Sunan Ampel Surabaya.
“Tempatnya luar biasa. Kami punya harapan besar kawasan ini bisa tumbuh jadi kawasan pendidikan unggulan berbasis masyarakat,” ungkap Edy optimistis.
Rekrutmen Guru dan Kepala Sekolah Dimulai Tahun Ini
Untuk tenaga pengajar, proses rekrutmen guru mulai dibuka tahun ini. Berbeda dengan sekolah reguler, guru-guru Sekolah Rakyat akan direkrut secara khusus dari luar. Mereka tidak diambilkan dari ASN yang sudah ada di Trenggalek. Sedangkan kepala sekolah akan dipilih dari potensi daerah.
“Tapi proses seleksi dan petunjuk teknis masih menunggu dari pemerintah pusat. Yang jelas, tahapan sudah berjalan,” imbuhnya.
Target Mulai Belajar Tahun 2026
Langkah ini menjadi bukti bahwa akses pendidikan tidak lagi dimonopoli oleh kota besar. Trenggalek sedang mencoba membalik peta. Dari wilayah terpencil, lahir generasi unggul tanpa harus membayar mahal.
“Jika semua berjalan sesuai rencana, tahun ini dimulai pembangunan fisik dan proses seleksi siswa. Sementara proses belajar-mengajar dijadwalkan akan dimulai pada tahun ajaran 2026,” pungkas Edy.(CIA)
Views: 9
















