Lepas Dari Problem Sosial, Pembebasan 301 Bidang Lahan Bendungan Bagong Terganjal Administrasi

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Meski sudah berjalan bertahun-tahun, proses pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek hingga kini belum tuntas. Dari total 1.241 bidang lahan yang harus dibebaskan, masih tersisa 301 bidang atau sekitar 11 persen yang belum rampung.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Bendungan Bagong, Denny Bayu Prawesto, menyebut kendala bukan lagi persoalan sosial di lapangan, melainkan lebih pada masalah administratif. Mulai dari kelengkapan dokumen waris hingga sinkronisasi jadwal antar instansi.

“Kalau progres tanah ini alhamdulillah dari 1.241 bidang, yang sudah bebas sebanyak 940 bidang. Dari luasan total 274,62 hektare, yang sudah bebas 244,04 hektare. Jadi masih menyisakan sekitar 30 hektare yang belum,” terang Denny saat dikonfirmasi bioztv.

Menurut Denny, pihaknya bersama Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kantor Pertanahan BPN Trenggalek berkomitmen menuntaskan proses ini paling lambat semester I tahun 2025. Namun, ia mengakui bahwa kelambatan lebih disebabkan oleh birokrasi yang belum sepenuhnya tertangani secara cepat.

“Kalau kendala sosial di lapangan sudah tidak ada, masyarakat sudah kooperatif. Tapi yang masih jadi hambatan adalah kelengkapan administrasi, terutama dokumen waris dan hal-hal teknis lainnya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, sinkronisasi jadwal antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tim pengadaan tanah juga menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, BPN juga tengah sibuk menyelesaikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Kami sering koordinasi dengan BPN, dan alhamdulillah sekarang sudah bisa seiring sejalan. Kita sepakat, target penyelesaian tetap semester 1 tahun 2025,” tegas Denny optimis.

Diketahui bahwa, Bedungan Bagong di kabupaten Trenggalek ini dibangun diatas lahan dua desa, yakni desa Semurup dan Desa Sengon Kecamatan bendungan.

Pembangunan Bendungan Bagong diharapkan dapat mengatasi masalah banjir dan kekeringan di Trenggalek. Selain itu, bendungan ini juga diproyeksikan meningkatkan produktivitas pertanian serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat.(CIA)

Views: 4