JAKARTA, bioztv.id – Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai tamu kehormatan dalam penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton, Jakarta. Dalam pidatonya, Prabowo tidak hanya menyampaikan pesan serius tentang persatuan dan pembangunan bangsa, tetapi juga menyelipkan humor-humor menggelitik yang memecah tawa peserta kongres.
“Saudara-saudara sekalian, cita-cita pendiri bangsa kita jelas. Saya yakin semua partai memiliki tujuan yang sama: Indonesia yang aman, adil, dan makmur,” ujar Prabowo dengan penuh semangat.
Pembangunan Bangsa Ibarat Membangun Gedung
Presiden mengibaratkan pembangunan bangsa seperti membangun gedung yang membutuhkan fondasi kokoh. Menurutnya, keberhasilan suatu bangsa tidak bisa dicapai dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan kerja keras puluhan tahun.
“Kebangkitan suatu bangsa bukan pekerjaan 5 atau 10 tahun, tapi puluhan tahun. Kita harus membangun fondasi yang kuat, lantai yang kokoh, dan pilar yang tegak. Ini adalah tugas kita bersama,” tegasnya.
Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik, untuk bersatu menghadapi tantangan nasional. “Kita semua berada dalam satu kapal besar, Republik Indonesia. Masa depan kita gemilang, asalkan kita bekerja sama,” tambahnya.
Humor Prabowo yang Mengocok Perut
Selain pesan serius, Prabowo juga menyelipkan beberapa jokes yang membuat suasana kongres semakin cair. Salah satunya Prabowo menyinggung terkait syarat menjadi ketua umum Partai Demokrat itu salah satunya harus tinggi. Ucapan tersebut dilontarkan karena postur tubuh AHY cukup tinggi.
“Bahlil sudah pas kalau kamu di Golkar,” imbuh Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menanggapi terkait kritik soal “kabinet gemuk” yang dipimpinnya.
“Ada yang bilang kabinet saya gemuk, terlalu banyak menteri. Tapi kalau orang-orangnya hebat, kenapa tidak? Justru ini untuk kebaikan rakyat,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Tak hanya itu, Prabowo juga menanggapi slogan “Indonesia Gelap” yang belakangan ramai di media sosial. Dengan nada santai, ia membantah anggapan tersebut.
“Indonesia di atas Jepang, di atas Inggris, di atas Prancis. Kok ada yang bilang Indonesia gelap? Masa depan kita cerah!” ucapnya sambil tersenyum.
Siap Mundur dari Pilpres 2029 Jika Tak Puas
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membuat pernyataan mengejutkan. Ia menyatakan siap mundur dari Pilpres 2029 jika merasa kinerjanya tidak memuaskan.
“Kalau tahun keempat saya mengabdi dan saya kecewa dengan prestasi saya, saya tidak akan maju di 2029. Saya malu sama rakyat Indonesia. Kalau tidak mampu, lebih baik saya hormat,” tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah desakan partainya agar Prabowo kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2029. “Baru 100 hari kerja, sudah disuruh maju lagi. Nakal-nakal ini kader saya,” candanya.
Potensi AHY dan Gibran Bersaing di Masa Depan
Prabowo juga menyentil potensi persaingan politik di masa depan antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Ada Presiden SBY, siapa tahu nanti ada Presiden AHY,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Sambil memandang ke arah AHY dan Gibran yang duduk berdampingan. Meski tanpa menyebut nama, prabowo juga lontarkan kata kata, “Sekarang mereka duduk bersama, tapi siapa tahu nanti bisa bersaing,” canda Prabowo, membuat suasana semakin hidup.
Pesan Akhir: Persatuan untuk Indonesia Maju
Mengakhiri pidatonya, Prabowo kembali menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama antarpartai. Ia mengajak semua pihak untuk fokus pada tujuan bersama, yakni membangun Indonesia yang lebih baik.
“Kita harus tetap bersatu, saling mendukung, dan bekerja sama. Hanya dengan cara itu, kita bisa mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Dengan pidato yang penuh humor namun sarat makna, Prabowo sekali lagi membuktikan kemampuannya menyatukan berbagai elemen bangsa dalam semangat kebersamaan. Kongres VI Partai Demokrat pun ditutup dengan suasana penuh optimisme dan harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik.(DAN)
Views: 2
















