Anggaran Lenyap Dipotong Pusat, Pemkab Trenggalek Jajaki Utang Lagi Demi Jalan Rusak

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat, Pemkab Trenggalek tengah mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur. Salah satu wacana yang ulai kembali dijajaki adalah pengajuan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, menegaskan bahwa opsi ini masih dalam tahap penjajakan dan belum ada keputusan final. Pemkab juga tengah fokus melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 54 miliar untuk menutupi dampak pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.

“Saat ini kami masih mencari alternatif pembiayaan lain, salah satunya dengan efisiensi anggaran. Targetnya, efisiensi bisa menyentuh angka Rp 54 miliar, sesuai dengan pengurangan dana transfer dari pusat,” ujar Edy.

Menurutnya, anggaran yang dipangkas ini sebenarnya sudah masuk dalam rencana pembangunan, termasuk proyek infrastruktur jalan. Dengan adanya pengurangan, sejumlah proyek terpaksa tertunda, sementara kondisi jalan di Trenggalek semakin memprihatinkan.

Jalan Rusak Jadi Prioritas

Edy mengakui bahwa banyak ruas jalan di Trenggalek yang rusak parah hingga ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam mengalokasikan hasil efisiensi anggaran.

“Kami prioritaskan anggaran untuk infrastruktur, terutama perbaikan jalan. Namun, ada juga kegiatan non-fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang perlu mendapat perhatian,” jelasnya.

Terkait wacana utang baru, Pemkab masih menunggu kajian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pasalnya, pinjaman sebelumnya yang diambil saat pandemi Covid-19 baru akan lunas pada 2026. Jika harus berutang lagi, tentu harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak membebani keuangan daerah di masa mendatang

“Untuk penjaman daerah amsih dalam tahap penjajakan,” pungkas Edy.(CIA)

Views: 2