TRENGGALEK, bioztv.id – Tahun 2024 menjadi momentum penting dalam upaya pemberantasan narkoba di Trenggalek. Berdasarkan data Polres Trenggalek, terjadi peningkatan signifikan dalam pengungkapan kasus narkotika dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, menjelaskan bahwa, selama setahun terakhir, Satresnarkoba Polres Trenggalek berhasil mengungkap 56 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 62 orang, naik dari 49 kasus dengan 55 tersangka pada tahun 2023.
“Ini bukti nyata bahwa Polres Trenggalek bekerja keras melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ungkap Kompol Herlinarto,” ujar Kompol Herlinarto
Lonjakan pengungkapan kasus narkoba tersebut mencerminkan upaya intensif aparat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Trenggalek. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dan memperluas jaringan penyelidikan.
“Kami sangat serius menangani kasus narkoba. Tahun ini, pengungkapan meningkat 114 persen untuk kasus dan 112 persen untuk jumlah tersangka,” imbuhnya.
Profil Tersangka: Peningkatan di Kelompok Usia dan Pendidikan
Kompol Herlinarto mengungkapkan, Sesuai dari data yang ada, mayoritas tersangka berusia produktif, yakni 25-64 tahun, yang jumlahnya meningkat dari 34 orang pada 2023 menjadi 47 orang pada 2024. Sementara itu, kelompok usia 15-19 tahun justru mengalami penurunan tajam sebesar 400 persen, dari 8 menjadi hanya 2 tersangka.
“Sebagian besar tersangka berada dalam usia produktif. Ini menjadi tantangan besar bagi kami untuk melibatkan elemen masyarakat dalam memberikan edukasi, terutama di kalangan pemuda.” ujar Kompol Herlinarto.
Selain itu, tingkat pendidikan tersangka juga menunjukkan dinamika menarik. Jumlah tersangka dengan pendidikan SMP meningkat signifikan dari 21 menjadi 28 orang.
“Untuk tersangka dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi muncul untuk pertama kalinya, yakni 2 orang,” jelasnya.
Jenis Pekerjaan: Mayoritas dari Sektor Wiraswasta
Dari aspek pekerjaan, tersangka yang berprofesi sebagai wiraswasta mendominasi, yaitu sebanyak 35 orang. Selain itu, terdapat peningkatan pada buruh/karyawan dan petani/nelayan. Namun, jumlah pelajar yang terlibat menurun dari 5 menjadi 2 orang.
“Hal ini menunjukkan adanya kemajuan dalam pencegahan di kalangan pelajar,” jelas Kompol Herlinarto.
Komitmen untuk Masa Depan
Meski capaian ini patut diapresiasi, Kompol Herlinarto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat, tokoh agama, dan institusi pendidikan.
“Kami tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. Ke depan, kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi dan operasi rutin,” jelasnya.
Peningkatan pengungkapan kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa peredaran narkoba terus mengintai masyarakat. Aparat Polres Trenggalek berharap upaya ini dapat menjadi langkah awal menuju Trenggalek yang lebih aman dan bersih dari pengaruh buruk narkotika.
“Dengan tantangan yang semakin kompleks, perang melawan narkoba adalah prioritas utama untuk melindungi generasi muda dan menjaga masa depan Trenggalek,” pungkasnya.(CIA)
Views: 8

















