Dispartapan Klaim Panen Padi Trenggalek Melimpah, Tapi Tak Berani Tingkatkan Target Yang signifikan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Masa tanam padi pada subround pertama, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek klaim hasil produksi padi melimpah. Pada masa tanam yang berlangsung dari Januari hingga April 2024 produksi padi didklaim mencapai 84.151 ton. Ironisnya, DIspertapan tidak berani dan kesulitan tingkatkan target tahunan yang signifikan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Kabupaten Trenggalek, Purwanto, menyatakan bahwa produktivitas padi di Trenggalek diasumsikan mencapai 9 ton per hektar. Sehingga didapatkan produksinya 84.151 ton. Hasil ini menutup 50% dari target tahunan produksi padi di Trenggalek pada Tahun 2024.

“Hasil ini diperoleh dari 9.281 hektar lahan panen yang tersebar di seluruh kecamatan se Trengalek,” ujarnya.

Meski saat ini hasil panen padi sudah berhasil mencapai 50 persen dari target produksi padi tahun 2024 sebesar 165.931 ton, namun dispertapan mengaku tidak berani dan kesulitan untuk menaikkan target yang signifikan dalam setiap tahunnya.

“Target setiap tahun sebenarnya ada kenaikan sedikiat, tapi ya datar datar saja kenaikannya. karena tanaman padi itu untuk meningkatkan produktifitas sangat sangat sulit,” kata Purwanto.

Purwanto juga menjelaskan, jika distribusi hasil panen di Kabupaten Trenggalek cukup merata di seluruh kecamatan. Namun ada juga beberapa kecamatan yang memiliki lahan pertanian padi lebih luas dari kecamatan lainnya.

“Seperti Kecamatan Trenggalek, Durenan, Karangan, dan Tugu, itu memiliki luas lahan pertanian padi yang lebih luas dari kecamatan lain,” jelasnya.

Purwanto juga menegaskan bahwa produktifitas padi yang melimpah pada subround pertama ini berkat tidak adanya sawah atau lahan yang mengalami puso atau gagal. Selain itu ketersediaan air yang melimpah juga menjadi pemicu utama hasil panen yang bagus..

“Sebenarnya ada sejumlah titik yang terkena serangan hama wereng namun tidak banyak berpengaruh pada hasil panen,” jelasnya.

Untuk meningkatkan produktivitas, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek telah mengambil beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah mengimbau petani untuk mempersingkat jarak waktu antara masa panen dan masa tanam menjadi dua pekan. Selain itu, mereka juga didorong untuk menanam varietas padi berumur pendek.

“Varietas yang diimbau sesuai saran Kementerian Pertanian adalah MD 70 dan Pajajaran. Jika umumnya umur padi adalah 100-110 hari, kedua varietas tersebut sudah bisa dipanen di umur 70 hari,” pungkas Purwanto.(CIA)

 

 

Views: 2