Ratusan Massa Geruduk Pondok di Sugihan Kampak, Tuntut Pertanggungjawaban Santri Melahirkan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Ratusan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, menggeruduk Pondok Pesantren di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Trenggalek, Minggu (22/09). Mereka menuntut pertanggungjawaban terkait santri yang melahirkan tanpa adanya kejelasan dari pihak pondok. Warga berkumpul sejak setelah salat subuh. Bahkan, Korban, beserta bayinya juga ikut

Salah satu warga yang ikut aksi, Yaidi mengatakan, jika saat ini korban bersama keluarganya dan bayinya yang berusia hampir dua bulan, ikut dalam rombongan mendatnagi pondok ini. Mereka berharap mendapat penjelasan dan kejelasan terkait kasus ini. Sediktnya ada 5 kendaraan bak terbuka yang mengangkut warga menggeruduk pondok ini. Sejak Pukul 05.00, Massa sudah mulai berdatangan. Namun, warga kecewa karena tidak ada respons dari pihak pondok. Alasannya, pimpinan pondok sedang bepergian.

“Kami atas nama warga masyarakat Karangrejo, menuntut pertanggungjawaban dari pemimpin pondok. Bagaimana mungkin seorang santri hamil dan melahirkan tanpa ada kejelasan dari pihak pondok?” ujar Yaidi.

Yaidi juga menambahkan bahwa warga mendesak adanya mediasi antara korban, terduga pelaku, dan pihak pesantren. Namun, hingga saat ini, terduga pelaku tidak ada di tempat, dan mediasi belum terlaksana. Warga berencana kembali ke pondok pada malam hari untuk melanjutkan tuntutan mereka.

“Sebenarnya, kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Trenggalek sejak lebaran, tetapi penanganannya ya seperti ini. Hingga sekarang, polisi maupun pihak pemerintah desa juga belum pernah mempertemukan terduga pelaku dengan korban,” jelas Yaidi.

Yaidi juga menyampaikan jika korban juga sudah mengaku jika terduga pelaku yang menghamilinya itu sudah ada. Namun hingga saat ini pihak pondok belum memberikan keterangan apapun. Warga berharap pihak pondok dan aparat segera merespons tuntutan mereka agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan adil.

“Kami hanya menuntut pertanggung jawaban pihak pondok seperti apa”, tegas Yaidi.

Menurut Yaidi, korban hanya sekali dipanggil ke Polres Trenggalek untuk dimintai keterangan. Sementara itu pihak kepolisian menyebut jika saat ini masih ada kendala terkait saksi. Kekecewaan warga semakin memuncak karena sudah hampir dua bulan sejak bayi lahir, namun perkembangan kasus ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Kami hanya ingin keadilan bagi korban dan keluarganya. Warga semakin geram karena belum ada perkembangan berarti,” pungkas Yaidi.(CIA)

Views: 4